Sunday, 12 March 2017
my feels always right😧
Kali ini gue bakal cerita tentang handphone yg hilang dari ke-3 orang yg berbeda. Langsung ajaa
1. Bokap gue sendiri, ini terjadi udah lama banget, kira kira gue kelas 7 smp. Bokap gak pulang pulang udah malem banget, gue telpon sms gak dibales, and my feel said "hpnya ilang". And thats right, sampai rumah bokap gue cerita, dihipnotis pas lagi di bis. Alhamdulillah cuma hp aja:')
2. Nyokap gue sendiri. Jadi dulu lagi demen demennya sama girlband "blink" (buat yg tau aja wkwk). Nah ada konser mereka kebetulan di deket rumah, yaudah kuy lah buat liat mereka. Lagi asik asiknya ngerekam (bukan pake hp nyokap) , iseng liat orang sebelah lagi ngerekam juga, merhatiin hp nya juga, dalem hati "kok sama kayak hp nyokap (mikir hp nyokap ilang". Bener ajaaaa selesai konser hp nyokap ilang, Alhamdulillah lagi cuma hp ajaa:')
3. Temen sendiri, lagi pergi bareng. Belum lama terjadi. keadaannya lagi naik metromini, dan gatau kenapa saat itu tas engga di taro di depan, dibiarin di gendong di belakang aja gitu. Naik metromini dapet sih duduk. Mulai feel nya gini, (gue duduk di pojok deket jendela) saat teme guen gue mau bayar ongkos, sepenglihatan gue abangnya udah nengok eh tibag tiba jadi buang muka dan menunda untuk bayar dan disaat yg bersamaan gue gak sengaja nengok ke belakang dan gue liat bapak bapak udah tua pakai tas ransel hitam digendong di depan membangunkan badannya ke depan kemudian menyender kebelakang. Entah maksudnya apa, tapi disitu udah berpikiran negatif. Anddd bener aja pas turun dari itu metromini temen gue hp nya hilang dan dalam keadaan tas bagian saku kebuka. Alhamdulillah lagi cuma hp ajaa :')
Kenapa gue bilang Alhamdulillah tiga tiganya, karena penyimpanan hp berbarengan sama duit. Dan hanya hp aja yg hilang duitnya engga. Masih harus bersyukur:)
Diambil hikmahnya yaa:) keep safety wherever u go:)
Wednesday, 15 February 2017
Wednesday, 8 February 2017
Liburan Tanpa Rencana
Tiga semester telah kita lalui bersama, rencana pergi bersama pun hanya menjadi agenda yang tak pernah terlaksana. Kata orang "kalau direncanakan justru tidak akan berjalan", dan kata-kata itupun terbukti. Kami sudah merencanakan matang-matang hari dan schedule yang akan kami lakukan saat akhir pekan nanti. Tapi semua berantakan saat sudah mendekati hari H dan terpaksa rencanapun kami batalkan.
Perkenalkan, namaku Wahyuni. Ini kejadian yang ku alami untuk pertama kalinya. Aku memiliki teman yang biasa bersamaku di kampus yaitu oca dan triyas. Kami bertiga sama-sama mahasiswi rantau yang kuliah di Jakarta, ya tidak terlalu rantau sih. Aku dari Tangerang, Oca dari Bekasi, dan Triyas dari Karawang. Pertemanan kami dimulai saat berada dalam asrama dan akhirnya sering berangkat dan pulang kuliah bersama.
Kembali ke judul, awalnya memang kami ada rencana untuk mengunjungi monas dan kotu serta menaiki bus tingkat saat akhir pekan. Setelah pulang kuliah hari jum'at kami menginap di rumah Triyas, lalu keesokan harinya kami ke monas, kotu, lalu menaiki bus tingkat untuk keliling Jakarta yang berada dekat Stasiun Kota. Kami ingin naik bus tingkat karena ingin mencoba duduk di bagian atasnya, disamping itu lumayan keliling kota Jakarta secara gratis. Mahasiswa selalu nyari kesempatan dimanapun mereka berada.
Tapi siapa sangka rencana yang sudah ditetapkan dan tinggal menunggu saatnya tiba terpaksa dibatalkan karena kegiatan mendadak dan seperti biasa, tugas-tugas yang tidak bisa kami tinggal.
Berbeda dengan hari ini, kami pergi ke tempat yang tak kami sangka akan sejauh itu. Liburan ini tidak direncanakan sebelumnya. Direncanakan tapi tidak berencana akan menginap semalam disana. Kami memilih tempat wisata Taman Bunga Nusantara dan pada weekdays agar tidak padat saat perjalanan maupun ramai sampai sana.
Taman Bunga Nusantara berada di Cianjur, jauh setelah Puncak. Untuk sampai sana kami harus ke Bogor terlebih dahulu dan kami menggunakan kereta untuk sampai ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan angkutan umum. Perjalanan dari stasiun Bogor untuk sampai sana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Bogor kita menuju ke terminal Barangansiang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian naik kendaraan seperti mobil dan dengan ongkos yang cukup mahal yaitu 25rb rupiah.
Perjalanan masih sangat panjang untuk sampai tujuan, tapi pemandangan yang indah yaitu gunung dan tanaman hijau yang terhampar luas serta hawa dingin setiap jalan yang kami lalui tidak membuat kami merasa menunggu untuk sampai sana.
Kami turun di Cipanas lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cianjur, lalu turun tepat di depan Taman Bunga Nusantara.
Sampailah kami di tempat tujuan. Untuk tiket masuk memerluakan biaya 40rb/orang. Sampai sana sudah jam 2 siang, jadi terlebih dahulu kami melaksanakan kewajiban yaitu solat Zuhur. Setelah itu kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, kami membeli pop mi karena menurut kami yang paling murah diantara semua makanan yang dijual.
Taman Bunga ini tutup pada weekday hanya sampai jam 4 sore, dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling.
Pertama-tama kami disambut dengan bunga warna-warni pada sebelah kiri dan terdapat tumbuhan berbentuk jerapah (menurutku) lalu terdapat air sungai yang sangat jernih pada sebelah kanan dengan bunga-bunga di pinggirannya.
Yang unik disana adalah lokasi tempat bunganya sesuai dengan nama negara bunga tersebut berasal. Namun bunganya tidak selalu ada. Seperti saat kami mengunjungi taman Jepang, kami berpikir akan ada Sakura disana tapi ternyata tidak ada.
Sebenarnya disana terdapat banyak wahana, seperti rumah kaca, balap motor, labirin, kolam renang, dll, tapi tak satupun kami kunjungi karena untuk masuk sana harus mengeluarkan biaya lagi dan kami memilih untuk keliling-keliling saja.
Entah mengapa pengunjung disana yang terbanyak adalah turis yang menggunakan cadar. Dan aku menyadari juga sebelum sampai di Taman Bunga Nusantara banyak toko-toko di samping kanan kiri yang menggunakan tulisan arab. Selain itu disana banyak digunakan juga untuk Foto Pre Wedding karena mungkin memang tempatnya yang sangat bangus untuk dijadikan latar belakang serta memberikan kesan yang menarik.
Kami sangat menikmati liburan kami disana karena untuk menghilangkan penat selama kuliah, sampai sini rasanya adem dan jernih sekali pikiran ini. Tapi disamping itu kami memikirkan bagaimana kami nanti pulang ke rumah. Sudah jelas sampai malam karena untuk sampai sini saja membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi untuk ke stasiun Bogor dan tujuan rumah kami masing-masing.
Aku sendiri tidak memiliki saudara satupun yang tinggal di dekat daerah sini. Tetapi kedua temanku punya dan merekapun sudah menghubungi saudara mereka yang dapat kami singgahi untuk semalam. Kalau dipikir tidak enak kalau kami menumpang dirumah orang hanya karena kami tidak berani untuk pulang.
Jika dilihat di peta sebenarnya banyak terdapat saung tapi setelah kami kunjungi saung tersebut sepi dan tidak berpenghuni.
Akhirnya kami disarankan oleh satpam saung tersebut untuk menginap di villa daerah cipanas dan harganya pun sangat terjangkau, hanya 70rb/malam dan dibagi tiga karena kami bertiga sekamar.
Sebenarnya kami tidak ada rencana untuk menginap tapi keadaan yang membuat kami tidak mungkin untuk pulang.
Kami mendapat kamar yang pemandangannya langsung menghadap gunung dan sangat dingin sekali. Karena terlalu dingin kami tidak mandi sore dan mandi pagi, selain itu karena tidak ada persiapan untuk menginap kami juga tidak membawa pakaian ganti dan alat mandi.
Terpaksa kami harus keluar malam-malam untuk mencari makan dan disana banyak sekali yang menjual seblak khas Bandung. Makan malam kami sangat murah hanya 8rb rupiah saja.
Dikamar, kami hanya mengobrol sebentar lalu istirahat karena keesokan paginya kami harus segera pulang. Kami keluar dari villa tersebut sekitar jam 7 kurang. Dan entah mengapa perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat dari perjalanan pergi.
Sampai bertemu di liburan kami selanjutnya.
Perkenalkan, namaku Wahyuni. Ini kejadian yang ku alami untuk pertama kalinya. Aku memiliki teman yang biasa bersamaku di kampus yaitu oca dan triyas. Kami bertiga sama-sama mahasiswi rantau yang kuliah di Jakarta, ya tidak terlalu rantau sih. Aku dari Tangerang, Oca dari Bekasi, dan Triyas dari Karawang. Pertemanan kami dimulai saat berada dalam asrama dan akhirnya sering berangkat dan pulang kuliah bersama.
Kembali ke judul, awalnya memang kami ada rencana untuk mengunjungi monas dan kotu serta menaiki bus tingkat saat akhir pekan. Setelah pulang kuliah hari jum'at kami menginap di rumah Triyas, lalu keesokan harinya kami ke monas, kotu, lalu menaiki bus tingkat untuk keliling Jakarta yang berada dekat Stasiun Kota. Kami ingin naik bus tingkat karena ingin mencoba duduk di bagian atasnya, disamping itu lumayan keliling kota Jakarta secara gratis. Mahasiswa selalu nyari kesempatan dimanapun mereka berada.
Tapi siapa sangka rencana yang sudah ditetapkan dan tinggal menunggu saatnya tiba terpaksa dibatalkan karena kegiatan mendadak dan seperti biasa, tugas-tugas yang tidak bisa kami tinggal.
Berbeda dengan hari ini, kami pergi ke tempat yang tak kami sangka akan sejauh itu. Liburan ini tidak direncanakan sebelumnya. Direncanakan tapi tidak berencana akan menginap semalam disana. Kami memilih tempat wisata Taman Bunga Nusantara dan pada weekdays agar tidak padat saat perjalanan maupun ramai sampai sana.
Taman Bunga Nusantara berada di Cianjur, jauh setelah Puncak. Untuk sampai sana kami harus ke Bogor terlebih dahulu dan kami menggunakan kereta untuk sampai ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan angkutan umum. Perjalanan dari stasiun Bogor untuk sampai sana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Bogor kita menuju ke terminal Barangansiang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian naik kendaraan seperti mobil dan dengan ongkos yang cukup mahal yaitu 25rb rupiah.
Perjalanan masih sangat panjang untuk sampai tujuan, tapi pemandangan yang indah yaitu gunung dan tanaman hijau yang terhampar luas serta hawa dingin setiap jalan yang kami lalui tidak membuat kami merasa menunggu untuk sampai sana.
Kami turun di Cipanas lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cianjur, lalu turun tepat di depan Taman Bunga Nusantara.
Sampailah kami di tempat tujuan. Untuk tiket masuk memerluakan biaya 40rb/orang. Sampai sana sudah jam 2 siang, jadi terlebih dahulu kami melaksanakan kewajiban yaitu solat Zuhur. Setelah itu kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, kami membeli pop mi karena menurut kami yang paling murah diantara semua makanan yang dijual.
Taman Bunga ini tutup pada weekday hanya sampai jam 4 sore, dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling.
Pertama-tama kami disambut dengan bunga warna-warni pada sebelah kiri dan terdapat tumbuhan berbentuk jerapah (menurutku) lalu terdapat air sungai yang sangat jernih pada sebelah kanan dengan bunga-bunga di pinggirannya.
Yang unik disana adalah lokasi tempat bunganya sesuai dengan nama negara bunga tersebut berasal. Namun bunganya tidak selalu ada. Seperti saat kami mengunjungi taman Jepang, kami berpikir akan ada Sakura disana tapi ternyata tidak ada.
Sebenarnya disana terdapat banyak wahana, seperti rumah kaca, balap motor, labirin, kolam renang, dll, tapi tak satupun kami kunjungi karena untuk masuk sana harus mengeluarkan biaya lagi dan kami memilih untuk keliling-keliling saja.
Entah mengapa pengunjung disana yang terbanyak adalah turis yang menggunakan cadar. Dan aku menyadari juga sebelum sampai di Taman Bunga Nusantara banyak toko-toko di samping kanan kiri yang menggunakan tulisan arab. Selain itu disana banyak digunakan juga untuk Foto Pre Wedding karena mungkin memang tempatnya yang sangat bangus untuk dijadikan latar belakang serta memberikan kesan yang menarik.
Kami sangat menikmati liburan kami disana karena untuk menghilangkan penat selama kuliah, sampai sini rasanya adem dan jernih sekali pikiran ini. Tapi disamping itu kami memikirkan bagaimana kami nanti pulang ke rumah. Sudah jelas sampai malam karena untuk sampai sini saja membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi untuk ke stasiun Bogor dan tujuan rumah kami masing-masing.
Aku sendiri tidak memiliki saudara satupun yang tinggal di dekat daerah sini. Tetapi kedua temanku punya dan merekapun sudah menghubungi saudara mereka yang dapat kami singgahi untuk semalam. Kalau dipikir tidak enak kalau kami menumpang dirumah orang hanya karena kami tidak berani untuk pulang.
Jika dilihat di peta sebenarnya banyak terdapat saung tapi setelah kami kunjungi saung tersebut sepi dan tidak berpenghuni.
Akhirnya kami disarankan oleh satpam saung tersebut untuk menginap di villa daerah cipanas dan harganya pun sangat terjangkau, hanya 70rb/malam dan dibagi tiga karena kami bertiga sekamar.
Sebenarnya kami tidak ada rencana untuk menginap tapi keadaan yang membuat kami tidak mungkin untuk pulang.
Kami mendapat kamar yang pemandangannya langsung menghadap gunung dan sangat dingin sekali. Karena terlalu dingin kami tidak mandi sore dan mandi pagi, selain itu karena tidak ada persiapan untuk menginap kami juga tidak membawa pakaian ganti dan alat mandi.
Terpaksa kami harus keluar malam-malam untuk mencari makan dan disana banyak sekali yang menjual seblak khas Bandung. Makan malam kami sangat murah hanya 8rb rupiah saja.
Dikamar, kami hanya mengobrol sebentar lalu istirahat karena keesokan paginya kami harus segera pulang. Kami keluar dari villa tersebut sekitar jam 7 kurang. Dan entah mengapa perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat dari perjalanan pergi.
Sampai bertemu di liburan kami selanjutnya.
Saturday, 10 September 2016
Patah Hati Terhebat
2 September 2015
Ya, tepatnya setahun yang lalu
aku berkenalan dengan seseorang secara terpaksa melalui chat Line.
Hari itu adalah hari pertamaku melaksanakan PPSM Jurusan atau yang biasa
disebut OSPEK di Universitas. Pada hari itu kami calon mahasiswa baru
mendapatkan tugas untuk mencari nama kakak tingkat atau dosen beserta
biodatanya dan maksimal 3 orang untuk nama yang sama. Seseorang yang akan ku
ceritakan itu menjadi orang yang bertanggung jawab atas tugas kami.
Malam hari, Percakapan itu aku
yang memulainya, aku harus memberanikan diri untuk bertanya apakah nama kakak
tingkat yang kutulis sudah ada yang punya atau belum. Namun dia tak membalas
pesanku pada malam itu juga. Aku sempat kesal karena sudah kesulitan mencari
nama tapi tak ada balasan darinya. Untung saja saat pagi ia membalas tak ada
yang sama denganku.
7 September 2015
Hari
pertamaku menjadi mahasiswa. Aku sekelompok berdiskusi tentang kasus lingkungan
dengannya dan dia yang memulai berbicara diantara kami semua. Saat itu aku
masih cuek dengan semua orang dan tidak terlalu memperdulikan.
Aku
tidak terlalu ingat jelas saat pertama aku kenal dengannya. Semenjak masuk
kuliah, ia sering bahkan setiap hari ia mengirim chat kepadaku, awalnya hanya
berbicara mengenai tugas-tugas kuliah yang kebetulan kami sekelompok.
Disela-sela perbincangan sesekali kami juga suka bercanda dan sempat berdebat
mengenai “Istri yang tidak bisa memasak”. Dari perdebatan itu secara perlahan
bisa mengenal pribadi masing-masing.
Entah sejak kapan perasaan itu muncul tapi
rasanya sepi kalau ia tidak mengirim chat kepadaku. Jujur secara
diam-diam aku suka memperhatikannya dan aku juga sadar ia memperhatikanku secara diam-diam.
Awal-awal masuk kuliah ia duduk
di depanku tapi sejak kami sering chat ia pindah disebelahku dan aku
juga tidak tahu mengapa ia pindah. Sebelumnya kami tidak pernah mengobrol
secara langsung walaupun banyak hal yang kami bicarakan melalui chat.
Tapi karena duduk bersebelahan mau tidak mau kami harus berbicara karena tidak
enak jika hanya diam-diam saja. Aku juga sering memukul pundaknya jika ia
tertidur saat pelajaran sedang berlangsung.
Ada hal kecil, kenangan yang
sangat sederhana yang masih aku ingat. Ia sering memainkan jariku saat aku tertidur di kelas, sebenarnya aku menyadari
tapi entah mengapa aku membiarkankannya.
Kami berdua sangat menyukai
binatang terutama kucing dan anjing. Di sela-sela perkuliahan berlagsung kami
sering melihat Instagram dari hpku atau miliknya. Kami juga menceritakan
tentang peliharaan kami di rumah.
Pertengkaran pertama kami terjadi
saat aku mengirimkan gambar cewek dan cowok berpelukan di dalam kereta. Namun
tanggapannya membuatku kesal dan marah padanya, mungkin karena cemburu. Ia
justru menceritakan, pada saat SMA ia hampir berpelukan dengan mantannya. Aku
tidak membalas chatnya lagi dan dia juga tidak menanyakan apa yang
terjadi denganku. Seminggu berlalu dan ia kembali mengirim chat kepadaku
dan aku juga sudah melupakan hal itu dan aku sadar itu hanya masa lalunya yang
tak perlu aku permasalahkan.
Desember 2015
Liburan
semester ganjil tiba. Dua minggu terasa begitu lama karena aku tidak bisa
melihatnya. Aku masih ingat saat itu ia mulai menebak-nebak perasaanku padanya
dan membicarakan tentang kita. Tapi aku tidak mengatakan kalau aku menyayanginya.
Menurutku ia sosok yang berbeda, ia dapat memahami kode-kode perempuan walau
hanya lewat tulisan. Jujur aku merasa nyaman saat ia ada didekatku, merasa
gelisah jika tidak melihatnya dan ia sudah mengetahui itu. Saat itu juga
pertama kalinya ia berjanji untuk menjagaku dan merahasiakan apa yang sedang
kita rasakan. Kita masing-masing sudah malas sama yang namanya “Pacaran”.
Liburan
telah usai, jantungku berdegup kencang saat masuk kuliah kembali, ia datang dan
duduk disebelahku lagi. Perasaan malu bercampur aduk dengan senang, karena ia
sudah tahu kalau aku nyaman berada didekatnya.
Semua
berjalan begitu manis, diantara kami memang tidak ada status yang jelas tapi
bisa selalu berada didekatnya saja aku sudah merasa senang.
Ia suka
bercerita, menceritakan keluarganya, hal-hal yang menyenangkan, bahkan juga
menceritakan hal yang tidak menyenangkan. Ia pernah mengatakan, kalau aku harus
tahu jika ia sedang gelisah dan kesal terhadap orang-orang disekitarnya. Aku
senang, karena ia menjadikanku tempat untuk mencurahkan hatinya dan ia juga
mengatakan kalau aku membuatnya tenang.
Semakin
lama perbincangan kami yang hanya lewat chat menjadi semakin serius,
kami mengobrol hal masa depan yang begitu dewasa. Ia selalu berpesan untuk
tidak menyesal karena telah mengenalnya dan pertanyaan yang sering ia lontarkan
adalah “kalo gue jadi suami lu mau ga?”. Aku tidak pernah
mempermasalahkan apapun sifatnya dan aku juga biasa saja menanggapinya.
Juli 2016
Waktu
obrolanku bersamanya semakin hari menjadi semakin malam, bisa sampai pagi. Ia
selalu memintaku untuk menemaninya begadang dan satu kalimat yang aku ingat
darinya adalah “berharap ditemenin sepanjang malam”. Begitu banyak
kalimat-kalimat yang ia kirimkan lewat chat seolah-olah ia selalu ingin
aku berada disampingnya bahkan sampai seterusnya.
Suatu
malam obrolan menjadi serius saat ia bertanya “Kalo udah berkomitmen
boleh ngomong sayang ke orang lain gak?”. Aku ingat ia juga
pernah bertanya itu sebelumnya sekitar 3
minggu yang lalu, yang aku jawab dengan kalimat candaan “Kalo
belum punya suami mah gapapa hahahaha” dan ia balas dengan
kalimat “jawaban yang bagus untuk anak polos seperti kau”. Tapi berbeda dengan
malam itu, aku hanya mengiyakan dan berkata terserah. Pikiran negatifku berkata
kalau ia sudah menyayangi orang lain dan itu bukan aku.
Balasannya
membuatku tercengang dan menangis “Gue sayang eluu”. Dan ia juga
berjanji lagi untuk menjagaku dan menghormati perasaanku. Aku menangis karena
ia sudah memiliki komitmen dengan orang lain, tapi ia sayang padaku dan aku
seperti menjadi orang ketiga yang bisa merusak hubungan mereka. Entah
berkomitmen seperti apa yang ia jalani, ia tak pernah menjelaskannya kepadaku
dan aku juga tidak berhak untuk bertanya karena aku tahu aku bukan siapa-siapa.
Aku hanya seorang yang selalu dijanjikan untuk dijaga.
Entah
perasaanku ini salah atau tidak, aku bingung. Aku belum pernah merasakan
seperti ini, aku jatuh cinta pada orang yang salah, tapi disisi lain aku yakin
dengan perasaanku.
Agustus 2016
Baru
sebentar saja aku merasa sangat disayangi olehnya, ia sudah membuatku sakit
hati. Aku tahu sakit ini akan timbul kapan saja dan aku sadar kalau ia bukan
seutuhnya untukku. Ia berjanji untuk selalu menjagaku dan menghormati
perasaanku. Tapi apa yang ia lakukan sudah mengingkari janjinya. Bagaimana
tidak, aku tidak sengaja melihat cover profile picturenya adalah seorang
cewek dan status inisial nama cewek. Dan tanpa sengaja juga aku melihat ia
meng-Upload foto cewek di Instagram dengan caption sebuah
panggilan sayang dan ia juga memanggilku itu dari sebelum ia mengungkapkan
perasaannya kepadaku.
Jauh
sebelum ia mengatakan sayang padaku, dan ia belum mengetahui perasaanku ia
pernah meng-Upload foto cewek yang sama. Tak perlu menjelaskan siapa
orang yang berkomitmen dengannya aku sudah tahu dengan sendirinya dan aku yakin
cewek itu.
Hari-hariku
berubah menjadi isak tangis yang mendalam, aku juga tidak membalas chatnya
lagi, aku capek untuk terus berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa denganku.
Terkadang ia beri harapan, seakan aku miliknya tapi kadang terasa jauh dan ia
juga sering mengatakan kalau aku lebih pantas untuk orang di masa depanku
nanti. Padahal aku menginginkannya untuk terus bersamaku, entah mengapa aku
begitu yakin. Aku sudah percaya dengannya tapi ia juga yang membuatku ragu. Aku
tidak pernah menyesal dengan ini. Aku selalu ingat janji kita, harapan-harapan
kita. Aku hanya tidak tahu harus menunggu atau meninggalkan. Ini patah hati
terhebatku, lebih sakit dari yang pernah aku rasakan, ditinggal tanpa alasan
dan diduakan.
September 2016
Tepatnya
pada tanggal 6, malam hari ia kembali menyapaku. Aku balas keesokan harinya.
Katanya sudah lama tidak mengobrol denganku. Aku merasakan sosoknya kembali
yang selalu menghiburku walau ada sedikit canggung.
Entah
akan berakhir seperti apa, yang jelas aku tidak menginginkan hal ini terjadi
padaku lagi. Aku berusaha untuk tidak berharap, karena percuma saja akan
menjadi sia-sia. Terimakasih untuk selalu membuatku nyaman, untuk harapan-harapan
yang begitu indah di masa depan. Kamu patah hati terhebatku.
Satu
pesanku, jangan pernah kamu sia-siakan orang yang selalu ada untukmu dan sudah
memberikan segalanya untukmu.
Saturday, 20 August 2016
Ojek Aplikasi vs. Ojek Pangkalan
Fenomena Go-Jek Mulai Membuat Kesal Ojek Pangkalan
Sebagai tanggapan dari maraknya kasus resistensi ojek pangkalan terhadap Go-Jek, YouGov melakukan jajak pendapat terhadap 4,785 panelis Indonesia (52% pria dan 48% wanita) di seluruh negeri mengenai pendapat mereka terhadap kasus tersebut di atas.
Hasilnya, secara umum 82% responden menyatakan setuju atas keberadaan Go-Jek dibandingkan dengan ojek pangkalan. Pada empat area di mana terdapat layanan Go-Jek (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar), respon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan area di mana Go-Jek belum tersedia. Tidak ada perbedaan respon yang signifikan terlihat pada kelompok demografi yang berbeda.
Menariknya, pada kota yang belum memiliki layanan Go-Jek, 68% responden berharap Go-Jek dapat segera tersedia di kota mereka. Sementara itu 32% responden lainnya tidak peduli terhadap keberadaan Go-Jek.
Lima alasan utama dari responden yangmendukung keberadaan Go-Jek adalah:
- Bisa menjemput pada tempat yang sudah ditentukan, saya tidak perlu keluar mencari ojek (74%)
- Harga pas/tidak perlu menawar (70%)
- Pengendara, kendaraan, dan helm yang digunakan memiliki standar tertentu yang membuat saya merasa aman berkendara (57%)
- Tersedia di sekitar tempat saya (45%)
- Layanan sudah termasuk masker dan pelindung kepala (lebih higienis) (44%).
Sedangkan lima alasan utama responden yang lebih memilih mendukung ojek pangkalan antara lain adalah:
- Harga dapat ditawar (41%)
- Melestarikan bisnis komunitas lokal agar tidak dimonopoli perusahaan (39%)
- Tidak perlu menunggu pengendara Go-Jek, bisa langsung mencari ojek pangkalan di luar (39%)
- Lebih fleksibel dalam perubahan tempat tujuan, waktu penjemputan, dan lain-lain (36%)
- Merasa kasihan terhadap ojek pangkalan yang merasa lahan kerja mereka berkurang karena Go-Jek (35%).
Friday, 19 August 2016
Thursday, 18 August 2016
Kasus Kesehatan Lingkungan
BOGOR - Puluhan mahasiswa Institut Pertanian Bogor
(IPB) terserang penyakit Hepatitis A dalam dua bulan terakhir. Kasus ini
membuat IPB menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Wakil Rektor Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof Yonny Koesmaryono, menjelaskan, beberapa
bulan ini merupakan masa tersibuk bagi mahasiswanya. Sebagian
dari mereka ada yang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir semester
(UAS) dan mempersiapkan kelulusan. Kesibukan menyelesaikan tugas kampus, kata
Yonny, membuat mahasiswa kurang memperhatikan kesehatan mulai dari istirahat
yang cukup, maupun mengatur pola makan yang baik dan sehat.
"Ditambah
dengan kondisi cuaca yang sudah musim hujan, kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan
yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis
menjadi pemicu mereka terserang Hepatitis A," tuturnya, Selasa
(15/12/2015).
Yonny mengatakan,
upaya cepat tanggap mencegah penularan Hepatitis A di kalangan mahasiswa telah
dilakukan di antaranya pengobatan massal kepada seluruh civitas IPB,
sosialisasi dan penyuluhan tentang gizi seimbang, dan cara menyediakan makanan
yang higienis yang ditujukan kepada pengelola kantin atau warung makan yang ada
di dalam maupun luar kampus.
"Selain sosialisasi juga dilakukan upaya
preventif supaya tidak ada lagi mahasiswa yang terjangkit hepatitis,"
tandasnya.
Guna menanganinya, IPB membentuk kelompok kerja
(pokja) khusus yang terdiri dari berbagai unit terkait serta berkoordinasi
dengan Dinas Kesehatan setempat.
Guna mencegah
penularan penyakit hepatitis A, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
& Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Kusnadi
mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
Selain itu, dia mengingatkan kepada mahasiswa untuk
selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang matang. Kendati demikian, terkadang
makanan sudah bebas kuman, tetapi alat makan tidak bersih.
"Kalau makan bakso itu kan panas. Kuman sudah
mati di suhu 85 derajat celcius. Tapi masalahnya mangkuknya suka tidak bersih.
Dicucinya hanya dicelupkan dalam ember lalu dilap dengan kain yang sudah
kotor," terangnya.
Untuk itulah, ucap Kusnadi, alat makan, seperti
sendok, mangkuk, dan piring juga harus higienis karena penularan penyakit
hepatitis A bisa melalui oral antarorang. Selain itu, dia juga punya trik
tersendiri untuk mengidentifikasi rumah makan bersih atau tidak.
Sedangkan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan
Kabupaten Bogor, Didik mengimbuhkan, yang akan dilakukan untuk mengatasi
penyebaran virus hepatitis A di IPB adalah mencanangkan pola hidup bersih dan
sehat, kaporisasi pada air sumur, serta memakai disinfektan pada kantin dan
asrama.
Para mahasiswa yang belum terjangkit langsung
mengantisipasi penularan penyakit itu. Mereka kini lebih menjaga kebersihan
dengan tidak makan sembarangan.
A.
Ruang Lingkup Menurut WHO
Menurut
WHO, ruang lingkup Ilmu Kesehatan Lingkungan mencakup hal-hal sbb:
a)
Penyediaan air
minum
b)
Pengolahan air
buangan dan pengendalian pencemaran air
c)
Pengelolaan
sampah padat
d)
Pengendalian
vektor
e)
Pengendalian
atau pencegahan pencemaran tanah
f)
Hygiene makanan
g)
Pengendalian
pencemaran udara
h)
Pengendalian
radiasi
i)
Kesehatan kerja
j)
Pengendalian
kebisingan
k)
Perumahan dan
pemukiman
l)
Perencanaan
daerah perkotaan
m) Aspek
kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat
n)
Pencegahan
kecelakaan
o)
Rekreasi umum
dan pariwisata
p)
Keadaan darurat
q)
Pencegahan
resiko lingkungan
Dalam kasus ini termasuk dalam Ruang Lingkup Kesehatan
Lingkungan menurut WHO yang mencakup “Hygiene Makanan” hal ini dikarenakan penyebab Hepatitis A adalah berasal dari makanan yang
dikonsumsi oleh penderita. Dan biasanya penyakit ini disebarkan melalui makanan
dan minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis.
B.
Ruang Lingkup Menurut Depkes
Ruang
Lingkup Kesehatan Lingkungan menurut
Depkes :
a)
Kelompok upaya
sanitasi dasar meliputi penyediaan kebutuhan sanitasi yang mendasar (mutlak)
diperlukan manusia untuk kebutuhannya menjadi sehat!
b)
Kelompok upaya
penanggulangan pencemaran dan kemerosotan lingkungan fisik dan biologis
c)
Kelompok upaya
penanggulangan akibat tekanan pembangunan
Dalam kasus ini termasuk dalam Kelompok Upaya Sanitasi
Dasar dikarenakan dalam kasus ini kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang
kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis
menjadi pemicu mereka terserang Hepatitis A.
C.
Akar
Masalah
D.
Emisi (Sumber Penyakit)
Sumber penyakit dalam kasus ini adalah murni karena masalah kebersihan makanan, minuman yang
mengandung virus hepatitis A dan penularan dari sesseorang yang terkena
Hepatistis A.
E.
Ambient (Kondisi Eksisting)
Kondisi sebelumnya mahasiswa kurang
memperhatikan kesehatan mulai dari istirahat yang cukup, maupun mengatur pola
makan yang baik dan sehat.
Setelah terserang Hepatitis A, Kabid
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit & Kesehatan Lingkungan Dinas
Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Kusnadi mengimbau para mahasiswa untuk selalu
mencuci tangan sebelum makan.
F.
Hubungan Manusia dan Lingkungan
Faktor cuaca yang lembab dan kondisi lingkungan yang
padat ditambah dengan kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang
memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi
pemicu mahaiswa terserang Hepatitis A.
G.
Jenis Traditional Hazard/Modern Hazard
Kasus Hepatitis A ini merupakan jenis Traditional Hazard
karena berasal dari aktivitas traditional manusia yang mencakup sanitasi yang
buruk, air minum berkualitas buruk, kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang
kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis.
H.
Pandangan Ekologi
“Tempat untuk mengolah makanan yang tidak sesuai
dengan prinsip keamanan pangan seperti pengolahan makanan di tempat terbuka
dapat menimbulkan pencemaran bakteri patogen” (Indrati,
2015)
Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun
sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk
melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Orang yang dekat dengan penderita
mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi Hepatitis A dianjurkan bagi
orang yang potensial tersinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering
jajan di luar rumah. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A,
sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan.
I.
Pandangan Epidemologi
Epidemiologi berarti
terkait dengan wabah penyakit yang bertujuan untuk mengendalikan
kejadian penyakit yang menimpa atau timbul di lingkungan social/manusia dan
kelompoknya/masyarakat.
Kondisi
mahasiswa yang sangat sibuk untuk menghadapi ujian akhir semester (UAS). Sehingga
tidak memerhatikan pola makan serta dalam keadaan kurang prima karena kurang
istirahat. Sedangkan makanan yang tersedia belum tentu bersih. Ditambah
memasuki musim hujan yang menyebabkan sanitasi terhambat menyebabkan mahasiswa
mudah terserang penyakit.
J.
Ulasan Teori Holistik

Model Holistik dari HL. Blum menyatakan bahwa status
kesehatan manusia (sehat atau sakit) dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yang
juga berinteraksi antara satu dengan yang lain. Faktor tersebut berdasarkan
besar kecil perannya terhadap status kesehatan manusia terdiri dari :
1. Lingkungan
2. Perilaku
3. Pelayanan
Kesehatan
4. Herediter
(keturunan)
Catatan: gambar panah dengan ukuran berbeda
menggambarkan urutan besarnya pengaruh ke empat faktortersebut.
Teori
HL Blum menyimpulkan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang terbesar
yang mempengaruhi status kesehatan manusia. Selanjutnya diikuti faktor
perilaku, pelayanan kesehatan dan herediter (keturunan).
Faktor utama yang berpengaruh dalam kasus ini adalah
faktor lingkungan karena kasus ini diduga akibat kondisi lingkungan yang kurang
higienis sehingga makanan yang dikonsumsi mahasiswa tidak sehat.
K.
Ulasan Teori Timbangan
Dalam masalah penyakit
akan selalu ditemui triangle/
segitiga antara agent-host-environment yang selalu berubah secara dinamis
yang mana hubungan antara agent/penyebab
penyakit dengan host/ pejamu dapat menyebabkan wabah bila
kondisi yang ditopang lingkungan tidak
seimbang tetapi tidak akan terjadi wabah apabila lingkungan yang mendukung
kondisi seimbang. Hubungan antara agent-host-environment
dapat digambarkan dengan
Neraca model John Gordon.
Timbangan yang sesuai dengan kasus ini adalah dimana host
ada dalam jumlah yang besar, sehingga tidak seimbang dan mendukung menyebabkan
wabah terjadi. Timbangan tersebut dapat digambarkan dengan :
![]() |
"Kalau
makan bakso itu kan panas. Kuman sudah mati di suhu 85 derajat celcius. Tapi
masalahnya mangkuknya suka tidak bersih. Dicucinya hanya dicelupkan dalam ember
lalu dilap dengan kain yang sudah kotor," dr Kusnadi.
L. Ulasan Teori
Epidemiologi
Penyebab
penyakit adalah Virus Hepatitis A yang disebarkan oleh tinja/kotoran penderita.
Biasanya melalui makanan atau minuman yang tidak matang.
Gejalanya
adalah mual
(nausea), muntah-muntah, mencret, kulit kuning (terutama bagian putih dari
mata), demam, dan nyeri.
M. Prinsip Pengawasan/
Pengendalian/ Rekayasa Kesehatan Lingkungan
Pengawasan dalam
kesehatan lingkungan dilakukan dengan beberapa upaya yang dapat digolongkan dalam 5 kegiatan antara
lain :
1.
ISOLASI
Adalah pengumpulan berbagai
materi/bahan yang bersifat pencemar/pollutant dapat juga bersifat beracun dan
berbahaya sehingga dapat dicegah adanya pencemaran, penyakit yang dapat menular
dan kecelakaan. Sebagai contoh pembuatan septic tank kotoran manusia
dikumpulkan dan diisolasi untuk tidak menimbulkan adanya pencemaran tanah dan
air tanah.
2.
SUBSTITUSI
Penggantian
bahan /materi yang biasanya digunakan
masyarakat oleh karena bahan yang dipakai mengandung bahan berbahaya dan
beracun perlu diganti dengan bahan yang tidak menimbulkan efek berbahaya dan
beracun seperti bensin dengan Pb/ timbal diganti molybdenum /bio premium.
3.
SHIELDING
Penggunaan alat
pelindung /shield untuk tidak terkena atau terpapar media yang tercemar seperti
udara, getaran ataupun sinar cahaya. Hal tersebut dijumpai pada saat orang
bekerja sebagai contoh penggunaan alat pelindung diri/APD.
4.
TREATMENT
Penggunaan
alat / instalasi untuk tujuan pemisahan , pembebasan dan pemusnahan bahan-bahan
yang perlu dibuang dan dihancurkan oleh karena sudah tidak dapat dimanfaatkan
lagi seperti pengurangan BOD/ BOD removal
Yang dilakukan dengan Instalasi
Pengolahan Air Limbah/IPAL atau waste water treatment.
5.
PREVENTION
Pencegahan dengan cara
memberikan kekebalan baru seperti immunisasi pada penyakit cacar , campak
,dan vaksinasi tuberculosis dengan
vaksin BCG. Pencegahan yang tersebut diatas berprinsip pada PEMUTUSAN HUBUNGAN antara sumber
penyebab penyakit dengan media lingkungan yang menjadi jalur penularan
penyakit.
Upaya yang mencakup dalam kasus ini adalah Prevention. Dr
Naufal mengatakan, virus hepatitis A mudah menyebar. Dosen Departemen Gizi
Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) itu mengimbau, hal penting yang
harus dilakukan adalah pencegahan dengan memerhatikan kebersihan diri dan
makanan.
Sementara
pihak pengelola asrama juga melakukan kegiatan bersih lorong, kamar, dan toilet
guna mencegah bertambahnya mahasiswa yang terjangkit hepatitis.
N.
Intervensi Sesuai Akar Masalah
ü Kerjasama
dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Untuk dilakukan sosialisasi
kebersihan kepada pedagang, baik di dalam maupun di lingkungan lingkar kampus
ü Pengobatan
massal kepada seluruh civitas
IPB
ü Sosialisasi
dan penyuluhan tentang gizi seimbang
ü Mengimbau
para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan
ü Rutin
melakukan kegiatan pembersihan lingkungan
Subscribe to:
Posts (Atom)
Gulai Siput
Gulai Siput merupakan salah satu makanan khas yang ada di Kepulauan Riau. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan bahan utama siput a...
-
Ikan Dole yang berasal Sulwesi Tenggara jadi salah sesuatu yang khas. Makanan yang berasal Buton ini dibuat dengan ikan tenggiri yang dibalu...
-
Klarifikasi ust Fathudin Ja'far : BOM MADINAH, FITNAH APA LAGI YG DIARAHKAN KEPADA UMAT ISLAM? Berita bom yg terjadi di Madinah tadi...



