Wednesday, 8 February 2017

Liburan Tanpa Rencana

Tiga semester telah kita lalui bersama, rencana pergi bersama pun hanya menjadi agenda yang tak pernah terlaksana. Kata orang "kalau direncanakan justru tidak akan berjalan", dan kata-kata itupun terbukti. Kami sudah merencanakan matang-matang hari dan schedule yang akan kami lakukan saat akhir pekan nanti. Tapi semua berantakan saat sudah mendekati hari H dan terpaksa rencanapun kami batalkan.

Perkenalkan, namaku Wahyuni. Ini kejadian yang ku alami untuk pertama kalinya. Aku memiliki teman yang biasa bersamaku di kampus yaitu oca dan triyas. Kami bertiga sama-sama mahasiswi rantau yang kuliah di Jakarta, ya tidak terlalu rantau sih. Aku dari Tangerang, Oca dari Bekasi, dan Triyas dari Karawang. Pertemanan kami dimulai saat berada dalam asrama dan akhirnya sering berangkat dan pulang kuliah bersama.
   
Kembali ke judul, awalnya memang kami ada rencana untuk mengunjungi monas dan kotu serta menaiki bus tingkat saat akhir pekan. Setelah pulang kuliah hari jum'at kami menginap di rumah Triyas, lalu keesokan harinya kami ke monas, kotu, lalu menaiki bus tingkat untuk keliling Jakarta yang berada dekat Stasiun Kota. Kami ingin naik bus tingkat karena ingin mencoba duduk di bagian atasnya, disamping itu lumayan keliling kota Jakarta secara gratis. Mahasiswa selalu nyari kesempatan dimanapun mereka berada.

Tapi siapa sangka rencana yang sudah ditetapkan dan tinggal menunggu saatnya tiba terpaksa dibatalkan karena kegiatan mendadak dan seperti biasa, tugas-tugas yang tidak bisa kami tinggal.

Berbeda dengan hari ini, kami pergi ke tempat yang tak kami sangka akan sejauh itu. Liburan ini tidak direncanakan sebelumnya. Direncanakan tapi tidak berencana akan menginap semalam disana. Kami memilih tempat wisata Taman Bunga Nusantara dan pada weekdays agar tidak padat saat perjalanan maupun ramai sampai sana.

Taman Bunga Nusantara berada di Cianjur, jauh setelah Puncak. Untuk sampai sana kami harus ke Bogor terlebih dahulu dan kami menggunakan kereta untuk sampai ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan angkutan umum. Perjalanan dari stasiun Bogor untuk sampai sana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Bogor kita menuju ke terminal Barangansiang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian naik kendaraan seperti mobil dan dengan ongkos yang cukup mahal yaitu 25rb rupiah.

Perjalanan masih sangat panjang untuk sampai tujuan, tapi pemandangan yang indah  yaitu gunung dan tanaman hijau yang terhampar luas serta hawa dingin setiap jalan yang kami lalui tidak membuat kami merasa menunggu untuk sampai sana.

Kami turun di Cipanas lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cianjur, lalu turun tepat di depan Taman Bunga Nusantara.

Sampailah kami di tempat tujuan. Untuk tiket masuk memerluakan biaya 40rb/orang. Sampai sana sudah jam 2 siang, jadi terlebih dahulu kami melaksanakan kewajiban yaitu solat Zuhur. Setelah itu kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, kami membeli pop mi karena menurut kami yang paling murah diantara semua makanan yang dijual.

Taman Bunga ini tutup pada weekday hanya sampai jam 4 sore, dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling.

Pertama-tama kami disambut dengan bunga warna-warni pada sebelah kiri dan terdapat tumbuhan berbentuk jerapah (menurutku) lalu terdapat air sungai yang sangat jernih pada sebelah kanan dengan bunga-bunga di pinggirannya.

Yang unik disana adalah lokasi tempat bunganya sesuai dengan nama negara bunga tersebut berasal. Namun bunganya tidak selalu ada. Seperti saat kami mengunjungi taman Jepang, kami berpikir akan ada Sakura disana tapi ternyata tidak ada.

Sebenarnya disana terdapat banyak wahana, seperti rumah kaca, balap motor, labirin, kolam renang, dll, tapi tak satupun kami kunjungi karena untuk masuk sana harus mengeluarkan biaya lagi dan kami memilih untuk keliling-keliling saja.

Entah mengapa pengunjung disana yang terbanyak adalah turis yang menggunakan cadar. Dan aku menyadari juga sebelum sampai di Taman Bunga Nusantara banyak toko-toko di samping kanan kiri yang menggunakan tulisan arab. Selain itu disana banyak digunakan juga untuk Foto Pre Wedding karena mungkin memang tempatnya yang sangat bangus untuk dijadikan latar belakang serta memberikan kesan yang menarik.

Kami sangat menikmati liburan kami disana karena untuk menghilangkan penat selama kuliah, sampai sini rasanya adem dan jernih sekali pikiran ini. Tapi disamping itu kami memikirkan bagaimana kami nanti pulang ke rumah. Sudah jelas sampai malam karena untuk sampai sini saja membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi untuk ke stasiun Bogor dan tujuan rumah kami masing-masing.

Aku sendiri tidak memiliki saudara satupun yang tinggal di dekat daerah sini. Tetapi kedua temanku punya dan merekapun sudah menghubungi saudara mereka yang dapat kami singgahi untuk semalam. Kalau dipikir tidak enak kalau kami menumpang dirumah orang hanya karena kami tidak berani untuk pulang.

Jika dilihat di peta sebenarnya banyak terdapat saung tapi setelah kami kunjungi saung tersebut sepi dan tidak berpenghuni.

Akhirnya kami disarankan oleh satpam saung tersebut untuk menginap di villa daerah  cipanas dan harganya pun sangat terjangkau, hanya 70rb/malam dan dibagi tiga karena kami bertiga sekamar.

Sebenarnya kami tidak ada rencana untuk menginap tapi keadaan yang membuat kami tidak mungkin untuk pulang.

Kami mendapat kamar yang pemandangannya langsung menghadap gunung dan sangat dingin sekali. Karena terlalu dingin kami tidak mandi sore dan mandi pagi, selain itu karena tidak ada persiapan untuk menginap kami juga tidak membawa pakaian ganti dan alat mandi.

Terpaksa kami harus keluar malam-malam untuk mencari makan dan disana banyak sekali yang menjual seblak khas Bandung. Makan malam kami sangat murah hanya 8rb rupiah saja.

Dikamar, kami hanya mengobrol sebentar lalu istirahat karena keesokan paginya kami harus segera pulang. Kami keluar dari villa tersebut sekitar jam 7 kurang. Dan entah mengapa perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat dari perjalanan pergi.

Sampai bertemu di liburan kami selanjutnya.



No comments:

Gulai Siput

Gulai Siput merupakan salah satu makanan khas yang ada di Kepulauan Riau. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan bahan utama siput a...