Keramik
A. B.
1.
keramik adalah cakupan untuk semua benda yang terbuat
dari tanah liat (lempung), yang mengalami
proses panas / pembakaran sehingga mengeras. Balai Besar Keramik Bandung, mendefinisikan keramik sebagai
berikut: “Keramik adalah produk yang
terbuat dari bahan galian anorganik non - logam yang telah mengalami proses
panas yang tinggi. Dan bahan jadinya mempunyai struktur kristalin dan
non-kristalin atau campuran dari padanya” (Praptopo Sumitro, dkk, 1984:15). Definisi keramik yang pengertiannya
luas dan umum adalah “bahan-bahan yang dibakar tinggi”, termasuk didalamnya
adalah semen, gibs, besi (metal) dan lain sebagainya. Karena hal itulah sebutan
keramik bervariasi seperti gerabah,
tembikar, mayolika, email, keramik
putih, terracota, porselin, keramik
batu (stoneware), benda tanah liat,
barang pecah-belah, benda api, cermet
(keramik-metal), gelas, semen api, keramik halus, kaca, silikon dan lain sebagainya.
2.
Media
Secara garis besar bahan baku yang
dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah
liat (clay), Pasir, Feldspar.
Ø Bahan
Membuat benda
pakai dan benda hias yang disebut keramik membutuhkan bahan tanah liat. Tanah liat yang baik memiliki
persyaratan teknis, yaitu :
a) Bebas dari
kotoran
b) Butiran tanah
halus
c) Liat atau plastis,
dan
d) Daya susut
tanah tidak lebih dari 10%
Untuk membuat tanah liat dapat dilakukan
cara sebagai berikut :
a) Bersihkan dulu
tanah tersebut
b) Setelah
bersih, masukkan ke dalam bak pengolahan tanah liat dan dicampur dengan pasir
halus dan air untuk direndam
c) Setelah
dicampur air dan pasir, tanah harus disaring.
Tanah telah diolah tadi masih terlalu lembek.Jadi,
letakkan pada permukaan yang bersih dan mudah kena angin, agar air yang
berlebih menguap dan didapat tanah yang liat/plastis. Tanah yang seperti ini
siap dibentuk.
Ø Alat
a) Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat
lempengan.
b) Meja putar
berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.
c) Tali
pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang
masih basah dari meja putar.
d) Cetakan
biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita
buat.
e) Butsir
berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.
f) Pisau pahat
berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.
g) Sudip
berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.
h) Tungku
pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau
keramik berglasir.
3. Proses
Pembuatan
Tahapan pembuatan keramik
dibagi menjadi lima tahapan yaitu :
a.
Pengolahan
Bahan
Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari
berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang
telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun
kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada
proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran
butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan
pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran
butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill.
Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang
tidak seragam. Ukuran butir biasanya
menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60-100 mesh.
b. Pembentukan
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah
liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik:
pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan
teknik cetak (casting).
c.
Pengeringan
Tujuan utama
dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan
keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses
penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan,
menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan
berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang
terserap pada permukaan partikel hilang.
d. Pembakaran
Pembakaran
merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang
rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan
kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada
beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu
sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat
(Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa
reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat
(weight loss).
e. Pengglasiran
Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran
glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang,
disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang;
untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi
glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap
air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.
C. Tabel Analisis
|
NO.
|
KESULITAN
|
KEMUDAHAN
|
|
1.
|
Mudah
pecah atau retak
|
Keramik
modern terlihat lebih rapi saat diaplikasikan
|
|
2.
|
Tahap
awal sampai akhir saling berkaitan
|
Keramik
modern memiliki spesifikasi yang lengkap
|
|
3.
|
Jika
tanah liat lembek
|
Material
keramik bersifat awet dan mudah dirawat
|
|
4.
|
Jika
tanah liat kering
|
Bisa
dilapisi bahan lain seperti emas dan perak
|
|
5.
|
Jika
terdapat gelembung udara pada tanah liat
|
Menyentuh
sebagaian besar aktivitas masyarakat
|
|
6.
|
Mudah
berubah bentuk
|
Memiliki
peranan dan fungsi yang langsung
|
|
7.
|
Kesulitan
ketika mencetak
|
Merupakan
satu sendi penggerak perekonomian masyarakat
|
|
8.
|
Kerajinan
yang paling beresiko terhadap kegagalan
|
Mudah
dibentuk
|
|
9.
|
hati-hati
saat memberikan warna pada keramik, tidak boleh terlalu banyak memakai cat
|
Bahan
baku yang mudah dicari
|
|
10.
|
Mengetahui
jenis tanah liat yang paling sesuai
|
Biaya
yang tidak terlalu besar
|
Batik
Tulis
A. B.
1. Seni Batik Tulis, yaitu batik
yang dibuat dengan teknik menggambar motif di atas kain menggunakan canting.
Canting adalah alat khusus untuk menggambar motif batik di atas kain yang
berisi cairan lilin atau malam panas untuk menutup bagian - bagian tertentu
sesuai dengan pola yang dibuat. Batik tulis memiliki keunggulan nilai seni
dibandingkan dengan batik yang lain.
2. Media (alat dan bahan)
1.
Sehelai kain putih
Pada awal
kemunculannya, kain yang digunakan sebagai bahan batik adalah kain hasil tenunan sendiri. Kain putih import baru
dikenal sekitar abad ke-19. sekarang ini anda dapat dengan mudah mendapatkan
kain putih dengan harga terjangkau. Jenis kain yang dapat digunakan pun
beraneka ragam, dari jenis kain mori sampai jenis sutera. Ukuran pun tidak
harus lebar, cukup dengan ukuran kecil.
2.
Canting
Canting berfungsi semacam pena, yang
diisi lilin malam cair sebagai tintanya.
Bentuk canting beraneka ragam, dari yan berujun satu hingga beberapa
ujung. Canting yang memiliki
beberapa ujung berfungsi untuk membuat titik dalam sekali sentuhan. Sedangkan
canting yang berujung satu berfungsi untuk membuat garis, lekukan dan
sebagainya. Canting terdiri dari tiga bagian. Pegangan canting terbuat dari
bamboo. Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam, serta ujung yang berlubang
sebagai ujung pena tempat keluarnya lilin malam.
3. lilin malam dan pemanas
Sebelum
digunakan, lillin malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor atau pemanas lain.
Lilin malam dalam proses pembuatan batik tulis berfungsi untuk menahan warna
agar tidak masuk ke dalam serat kain di bagian yang tidak dikehendaki.
Sedangkan bagian yang akan diwarnai dibiarkan tidak ditutupi lilin.
4.
Pewarna batik
Pewarna batik
yang digunakan setiap daerah berbeda-beda. Pewarna tersebut berasal dari bahan-bahan yang terdapat di
daerah tersebut. Di Kebumen misalnya,pewarna batik yang digunakan adalah pohon
tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning. Di Tegal
digunakan pace atau mengkudu, nila, dan soga kayu.
5. Gawangan
adalah tempat untuk meletakkan kain yang
akan dibatik. Gawangan dapat terbuat
dari kayu atau bambu.
6. Wajan
berupa wajan kecil untuk mencairkan
malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari
tembaga atau tanah liat.
7. Anglo / kompor kecil
digunakan untuk memanaskan wajan.
3. Proses pembuatan
Siapkan kain, buat motif diatas
kain dengan menggunakan pensil
Setelah motif selesai dibuat,
sampirkan kain pada gawangan
Nyalakan kompor/anglo. Taruh
malam/lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan
dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api tetap
menyala kecil.
Mulailah membatik dengan cara
ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar
tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang
telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan
kain karena akan mempengarufi hasil motif batik
Setelah semua motif tertutup malam,
maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan
Siapkan bahan pewarna di dalam
ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna dengan menggunakan
kuas, ulangi sampai beberapa kali.
Tahap selanjutnya adalah proses
penghilangan lilin batik dengan cara pengerakandan melarod
Tahap terakhir dari proses
pembuatan batik ini adalah proses pencucian dan penjemuran.
C. Tabel Analisis
|
NO.
|
KESULITAN
|
KEMUDAHAN
|
|
1.
|
Berhati-hati
ketika melakukan malam
|
Membutuhkan
biaya yang kecil
|
|
2.
|
Melepas
lilin yang melekat pada kain
|
Mudah
untuk mendapatkan bahan baku
|
|
3.
|
Proses
perebusan dilakukan dua kali
|
Memberikan
nilai jual yang tinggi
|
|
4.
|
Melalui
tahapan yang tidak mudah
|
Pembuatannya
dilakukan secara manual
|
|
5.
|
Proses
ngelorod memerlukan waktu yang lama
|
Menghasilkan
hasil seni yang bernilai tinggi
|
|
6.
|
Proses
membatik dikerjakan beberapa jam
|
Semakin
teliti dan halus pembuatannya maka hasilnya akan lebih halus pula
|
|
7.
|
Proses
batikkan harus diulang pada bagian belakang agar terlihat baik dan sempurna
|
bahan
pewarna yang bisa dipakai biasanya memiliki ketahanan yang baik
|
|
8.
|
Pada
proses nembok tidak boleh terkena warna dasar
|
Bentuk
gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas
|
|
9.
|
Resiko
dalam penggunaan cairan yang terkandung dalam warna batik
|
gambar
nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih
kecil dibandingkan dengan batik cap
|
|
10.
|
Membutuhkan
ketelatenan
|
Gambar
batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus
bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus
|
Maket
A. B.
1. Maket adalah
miniatur atau model bangunan yang akan dibuat untuk memudahkan visualisasi
hasil rancangan baik berupa rancangan struktur, interior,eksterior atau
siteplan.
2.
Media (alat dan bahan)
Alat :
1.
Stik es krim
2.
Ensel pintu
3.
Tinta timbul
4.
Tusuk sate
Bahan :
1.
Lem fox putih dan kuning 6.
Fernis 11. Gorden 16. Kain flanel
2.
Lem tembak 7.
Hiasan pagar 12. Hiasan tanaman 17. Kain merah
& putih
3.
Kardus 8.
Gabus 13.
Glitter
4.
Pasir 9.
Hardboard 14. Koran bekas
5.
Amplas 10.
Batu Bara 15. Cat air
3.
Proses pembuatan
1. Cara membuat landasan:
Gabungkan gabus berwarna
hijau dengan hardboard dengan ukuran sesuai keinginan. Potong gabus sesuai dengan ukuran
hardboard tersebut.
2.
Cara
membuat dinding rumah :
Stik es krim disusun secara
rapi menggunakan lem fox putih/kuning. Untuk bagian ujung-ujungnya yang
berbentuk ½ lingkaran jangan dipotong. Jika sudah, disatukan dengan menggunakan
bantuan lem tembak. Lalu, bisa kalian fernis beberapa kali agar tampak lebih
coklat dan mengkilap.
3.
Cara
membuat pagar :
Stik es krim dipotong satu
sisi dengan ukuran sesuai keinginan. Susun sedikit-sedikit ±10 stik, agar tidak
terlalu panjang. Dan tempelkan pada sisi gabus bagian depan dan samping.
Sisakan jarak untuk bagian depan sebagai pintu masuk.
4. Cara membuat sekat antarruang :
Potong kardus sesuai dengan
tinggi ruangan. Rekatkan dengan potongan kardus yang sama ukurannya dengan
menggunakan lem fox putih. Potong kardus dengan ukuran kecil berjumlah 2.
Rekatkan pada bagian atas agar member kesan seperti pintu.
5. Cara membuat teras :
Cara membuat teras sama
dengan membuat pagar tadi. Jika terlalu panjang kalian bisa mengguntingnya.
Tumpuk-tumpuk mengelilingi depan rumah.
6. Cara membuat rumput-rumputan :
Ampas kelapa parut yang
tidak terpakai bisa kalian gunakan. Untuk ini, gunakan yang benar-benar sudah
menjadi ampas, jika tidak itu akan menimbulkan bau busuk. Campurkan ampas
kelapa, lem fox, dan cat air warna hijau. Aduk rata dengan jumlah lem fox putih
lebih banyak. Jika menurut kalian kurang hijau, tumbuk daun pandan/daun suji
dan beri air sedikit. Itu akan menambah warna hijau jika diperlukan.
7. Cara membuat air pada kolam :
Cara membuat air pada kolam
sama dengan membuat rumput-rumputan tadi, hanya warna cat air yang dibutuhkan
adalah warna biru.
8. Cara membuat jalan setapak :
Gunting stik es krim dengan
ukuran sesuai keinginan, jangan terlalu panjang. Cat stik tersebut dengan cat
air warna hitam. Tumbuk batu bata sampai halus. Campurkan batu bata tersebut
dengan lem fox yang lebih banyak. Bentuk campuran tadi diatas stik es krim
hitam tadi. Jika sudah benar-benar kering, oleskan lem fox putih pada atas dan
pinggir-pinggirnya agar tahan lama.
9. Cara membuat atap :
Sobek kardus pada satu sisi
sampai terlihat lengkungan-lengkungan menyerupai genting. Cat kardus tadi
dengan menggunakan cat air atau cat poster. Jemur sampai kering. Susun stik es
krim hingga membentuk kerangka atap. Maaf, untuk ini tidak aku jelaskan secara
detail karena rumit dan kurang jelas. Jika sudah tempelkan kardus tadi dipermukaan
kerangka atap.
10. Cara
membuat tulisan :
Gunakan tinta timbul
berwarna netral. Ambil potongan kertas yang agak tebal dan bentuk tulisan
disitu. Jika sudah kalian bisa menaburkan glitter. Glitter make-up juga bisa
digunakan. Tunggu sampai kering. Dan bersihkan sisa glitter yang tidak
tertempel. Lalu potong satu-satu huruf.
C. Tabel Analisis
|
NO.
|
KESULITAN
|
KEMUDAHAN
|
|
1.
|
Membutuhkan
keuletan
|
Mudah
mendapatkan bahan baku
|
|
2.
|
Membutuhkan
kesabaran
|
Membutuhkan
biaya yang tidak terlalu besar
|
|
3.
|
Membutuhkan
ketelatenan
|
Dapat
memilih motif sesuai keinginan
|
|
4.
|
Kesulitan
dalam memotong hardboard
|
Tidak
memerlukan keahlian khusus dan keuntungan terbesar
|
|
5.
|
Ukuran
yang dipotong harus tepat
|
Dapat
menggunakan bahan yang tidak terpakai yang ada di rumah
|
|
6.
|
Membutuhkan
kecermatan
|
Menghasilkan
nilai jual yang tinggi
|
|
7.
|
Waktu
pengerjaannya memerlukan waktu yang lama
|
Menghias
maket
|
|
8.
|
Maket
yang mengutamakan kualitas hasilnya kurang maksimal
|
Menaburkan
rumput-rumput
|
|
9.
|
Perlu
membentuk ikatan yang kuat untuk menjaga perabotan
|
Melakukan
pengecatan pada triplek
|
|
10.
|
perlu
kuas kecil dan cat berkualitas baik
|
Memotong
kerangka rumah
|
Boneka Horta
A. B.
1. Suatu media tanam dari serbuk kayu
berbentuk boneka yang apabila disiram setiap hari pada bagian atas kepalanya punggungnya akan ditumbuhi rambut berupa
rumput hijau.
2. Media (alat dan bahan)
a. Kaos stoking atau kain kasa halus
b. Serbuk gergaji
c. Pupuk
d. Bibit rumput
e. Benang / pita jepang (sebagai pengganti benang untuk mengikat)
f.
Hiasan pendukung seperti kancing, mata boneka, dan
lain-lain
3. Proses pembuatan
a. Pertama masukkan bibit rumput ke dalam kaos stocking atau kassa pada posisi
yang disuka (pada bagian kepala boneka ataupun pada bagian punggung, dll).
b. Campurkan pupuk dengan serbuk kayu gergaji.
c. Isi campuran pupuk dan serbuk kayu gergaji kedalam kaos stocking atau kassa
yang telah dibentuk menjadi bagian kepala, badan, tangan atau kaki.
d. Satukan setiap bagian dengan cara menjahit dengan benang dan tambahkan
hiasan (seperti gambar) sehingga berbentuk boneka.
e. Rendam sebagian tubuh boneka yang diinginkan untuk ditumbuhi rumput
sebentar saja.
f.
Lalu rawat dengan cara menjaga kelembaban beneka atau
siram dengan air bila perlu.
C. Tabel Analisis
|
NO.
|
KESULITAN
|
KEMUDAHAN
|
|
1.
|
Mudah
pecah
|
Membutuhkan
waktu yang singkat
|
|
2.
|
Proses
pembentukan bentuk tubuh
|
Mudah
mendapatkan bahan baku
|
|
3.
|
Harus
diikat kencang bangian tubuh tersebut namun hati-hati
|
Beresiko
kecil terhadap kegagalan
|
|
4.
|
Membutuhkan
ketelatenan
|
Mudah
dalam merawatnya
|
|
5.
|
Sulit
menumbuhkan tanaman
|
Memberikan
kesan edukatif
|
|
6.
|
Sulit
mendapapatkan bibit rumput
|
Mudah
dalam menghiasnya
|
|
7.
|
Sulit
saat memasukkan bibit rumput
|
Biaya
yang diperlukan tidak besar
|
|
8.
|
Stocking
jangan terlalu tipis atau tebal
|
Membuat
kerangka dengan alat yang diinginkan
|
|
9.
|
Jangan
melakukan di tempat yang banyak udara
|
Memberikan
harga jual yang terjangkau
|
|
10.
|
Menggunakan
lem harus sesuai agar tidak terlepas lagi
|
Mudah
dalam memasukkan bahan-bahan
|
Limbah Kain
A.
B.
1. Salah satu
kerajinan yang menjadi bagian dari dunia jahit-menjahit. Kerajinan ini dibuat
dengan menggunakan bahan yang tergolong limbah, yaitu bermacam-macam kain
perca. Kain ini digunakan untuk membuat sebuah karya kerajinan yang indah dan
bahkan memiliki nilai seni tinggi.
2. Media (alat
dan bahan)
a.
Kain Perca/ sisa sisa kain
b.
Kain Media seperti kain polos, pakaian, tas, atau
potongan jeans yang ukurannya lebih besar dari gambar
d.
Benang Sulam
e.
Kertas/ gambar yang diinginkan
f.
Jarum Sulam
g.
Jarum Pentul
h.
Gunting
i.
Setrika
j.
Lem Bening (UHU/Lem Styrofoam)/ Double tape
3. Proses
pembuatan
a.
Pilih beberapa potongan kain sisa yang akan
diaplikasikan ke gambar atau tulisan. Kemudian letakkan di atas viselin yang
bagian mengkilap.
b.
Setrika pada bagian yang ada kain percanya.
c.
Ambil gambar yg sudah dipilih, jiplak ke kertas untuk
mempermudah, gunting. Jika ngerasa tidak perlu memakai mal kertas, bisa
langsung saja.
d.
Kemudian jiplak ke kain bersama viselin. Sebelum
digunting, beri jarum pentul supaya tidak lepas, ini sangat membantu untuk
gambar ukuran kecil.
e.
Gunting sesuai mal. Kemudian dengan bantuan lem
bening, letakkan mal/kain ke kain media.
f.
Gunakan benang sulam dan jarum sulam untuk aplikasi
tusuk feston dari gambar ke kain media. Lakukan hingga seluruh gambar.
C. Tabel Analisis
|
NO.
|
KESULITAN
|
KEMUDAHAN
|
|
1.
|
Bahan
baku kain perca limbah industri juga mudah didapat
|
Menghasilkan
nilai jual yang besar
|
|
2.
|
Hindari
penggunaan kain berbahan kaku dan sulit dijahit
|
Bahan
baku kain perca bisa didapatkan dengan harga murah
|
|
3.
|
Hindari
juga mengombinasikan kain yang seratnya berbeda karena hasilnya kurang bagus
|
Bahan baku yang digunakan sangat
murah karena berasal dari sisa kain yang tidak digunakan lagi
|
|
4.
|
pilih
kain yang beratnya tidak melebihi bahan kemeja dan warnanya tidak luntur
|
Tidak
menggunakan teknik menjahit
|
|
5.
|
bahan
kain perca yang didapatkan tidak semuanya berkualitas bagus
|
Menggunting
pola kain perca
|
|
6.
|
Dapat
dijadikan salah satu peluang bisnis yang menguntungkan
|
Dapat
menggunakan teknik menyulam
|
|
7.
|
Sulit
dijahit dan sulit memadukan warna kain
|
Dapat
menghasilkan karya yang indah dari hasil daur ulang
|