Friday, 12 December 2014

seni budaya



 Keramik
A.                                                   B.

1.       keramik adalah cakupan untuk semua benda yang terbuat dari tanah liat (lempung), yang mengalami    proses panas / pembakaran sehingga mengeras. Balai Besar Keramik Bandung, mendefinisikan keramik sebagai berikut: “Keramik adalah produk yang terbuat dari bahan galian anorganik non - logam yang telah mengalami proses panas yang tinggi. Dan bahan jadinya mempunyai struktur kristalin dan non-kristalin atau campuran dari padanya” (Praptopo Sumitro, dkk, 1984:15). Definisi keramik yang pengertiannya luas dan umum adalah “bahan-bahan yang dibakar tinggi”, termasuk didalamnya adalah semen, gibs, besi (metal) dan lain sebagainya. Karena hal itulah sebutan keramik bervariasi seperti gerabah, tembikar, mayolika, email, keramik putih, terracota, porselin, keramik batu (stoneware), benda tanah liat, barang pecah-belah, benda api, cermet (keramik-metal), gelas, semen api, keramik halus, kaca, silikon dan lain sebagainya.
2.       Media
Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.
Ø  Bahan
Membuat benda pakai dan benda hias yang disebut keramik membutuhkan bahan tanah   liat. Tanah liat yang baik memiliki persyaratan teknis, yaitu :
a)       Bebas dari kotoran
b)       Butiran tanah halus
c)       Liat atau plastis, dan
d)       Daya susut tanah tidak lebih dari 10%
    Untuk membuat tanah liat dapat dilakukan cara sebagai berikut :
a)       Bersihkan dulu tanah tersebut
b)       Setelah bersih, masukkan ke dalam bak pengolahan tanah liat dan dicampur dengan pasir halus dan air untuk direndam
c)       Setelah dicampur air dan pasir, tanah harus disaring.
Tanah telah diolah tadi masih terlalu lembek.Jadi, letakkan pada permukaan yang bersih dan mudah kena angin, agar air yang berlebih menguap dan didapat tanah yang liat/plastis. Tanah yang seperti ini siap dibentuk.
Ø  Alat
a) Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat lempengan.
b) Meja putar berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.
c) Tali pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang    
     masih basah dari meja putar.
d) Cetakan biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita 
      buat.
e) Butsir berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.
f) Pisau pahat berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.
g) Sudip berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.
h) Tungku pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau 
     keramik berglasir.
3.       Proses Pembuatan
Tahapan pembuatan keramik dibagi menjadi lima tahapan yaitu :
a.               Pengolahan Bahan
Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60-100 mesh.
b.       Pembentukan
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).
c.               Pengeringan
Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2)  Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang.
d.       Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss).
e.       Pengglasiran
Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.



















C.     Tabel Analisis

NO.
KESULITAN
KEMUDAHAN
1.
Mudah pecah  atau retak
Keramik modern terlihat lebih rapi saat diaplikasikan
2.
Tahap awal sampai akhir saling berkaitan
Keramik modern memiliki spesifikasi yang lengkap
3.
Jika tanah liat lembek
Material keramik bersifat awet dan mudah dirawat
4.
Jika tanah liat kering
Bisa dilapisi bahan lain seperti emas dan perak
5.
Jika terdapat gelembung udara pada tanah liat
Menyentuh sebagaian besar aktivitas masyarakat
6.
Mudah berubah bentuk
Memiliki peranan dan fungsi yang langsung
7.
Kesulitan ketika mencetak
Merupakan satu sendi penggerak perekonomian masyarakat
8.
Kerajinan yang paling beresiko terhadap kegagalan
Mudah dibentuk
9.
hati-hati saat memberikan warna pada keramik, tidak boleh terlalu banyak memakai cat
Bahan baku yang mudah dicari
10.
Mengetahui jenis tanah liat yang paling sesuai
Biaya yang tidak terlalu besar














Batik Tulis
A.                 B.
1.   Seni Batik Tulis, yaitu batik yang dibuat dengan teknik menggambar motif di atas kain menggunakan canting. Canting adalah alat khusus untuk menggambar motif batik di atas kain yang berisi cairan lilin atau malam panas untuk menutup bagian - bagian tertentu sesuai dengan pola yang dibuat. Batik tulis memiliki keunggulan nilai seni dibandingkan dengan batik yang lain.


2.  Media (alat dan bahan)
    1.  Sehelai kain putih
Pada awal kemunculannya, kain yang digunakan sebagai bahan batik adalah kain hasil   tenunan sendiri. Kain putih import baru dikenal sekitar abad ke-19. sekarang ini anda dapat dengan mudah mendapatkan kain putih dengan harga terjangkau. Jenis kain yang dapat digunakan pun beraneka ragam, dari jenis kain mori sampai jenis sutera. Ukuran pun tidak harus lebar, cukup dengan ukuran kecil.
      2. Canting
 Canting berfungsi semacam pena, yang diisi lilin malam cair sebagai tintanya.  Bentuk canting beraneka ragam, dari yan berujun satu hingga beberapa ujung. Canting       yang memiliki beberapa ujung berfungsi untuk membuat titik dalam sekali sentuhan. Sedangkan canting yang berujung satu berfungsi untuk membuat garis, lekukan dan sebagainya. Canting terdiri dari tiga bagian. Pegangan canting terbuat dari bamboo. Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam, serta ujung yang berlubang sebagai ujung pena tempat keluarnya lilin malam.
      3. lilin malam dan pemanas
Sebelum digunakan, lillin malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara  dipanaskan di atas kompor atau pemanas lain. Lilin malam dalam proses pembuatan batik tulis berfungsi untuk menahan warna agar tidak masuk ke dalam serat kain di bagian yang tidak dikehendaki. Sedangkan bagian yang akan diwarnai dibiarkan tidak ditutupi lilin.
      4. Pewarna batik
Pewarna batik yang digunakan setiap daerah berbeda-beda. Pewarna tersebut   berasal dari bahan-bahan yang terdapat di daerah tersebut. Di Kebumen misalnya,pewarna batik yang digunakan adalah pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning. Di Tegal digunakan pace atau mengkudu, nila, dan soga kayu.
       5.    Gawangan
       adalah tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik. Gawangan    dapat  terbuat  
       dari kayu atau bambu.
6.    Wajan
        berupa wajan kecil untuk mencairkan malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari    
                tembaga atau tanah liat.
 7.    Anglo / kompor kecil
         digunakan untuk memanaskan wajan.


3.       Proses pembuatan
  Siapkan kain, buat motif diatas kain dengan menggunakan pensil
  Setelah motif selesai dibuat, sampirkan kain pada gawangan
  Nyalakan kompor/anglo. Taruh malam/lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan  
dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api tetap menyala   kecil.
  Mulailah membatik dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain karena akan mempengarufi hasil motif batik
  Setelah semua motif tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan
  Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna dengan menggunakan kuas, ulangi sampai beberapa kali.
  Tahap selanjutnya adalah proses penghilangan lilin batik dengan cara pengerakandan melarod
  Tahap terakhir dari proses pembuatan batik ini adalah proses pencucian dan penjemuran.



































C.     Tabel Analisis

NO.
KESULITAN
KEMUDAHAN
1.
Berhati-hati ketika melakukan malam
Membutuhkan biaya yang kecil
2.
Melepas lilin yang melekat pada kain
Mudah untuk mendapatkan bahan baku
3.
Proses perebusan dilakukan dua kali
Memberikan nilai jual yang tinggi
4.
Melalui tahapan yang tidak mudah
Pembuatannya dilakukan secara manual
5.
Proses ngelorod memerlukan waktu yang lama
Menghasilkan hasil seni yang bernilai tinggi
6.
Proses membatik dikerjakan beberapa jam
Semakin teliti dan halus pembuatannya maka hasilnya akan lebih halus pula
7.
Proses batikkan harus diulang pada bagian belakang agar terlihat baik dan sempurna
bahan pewarna yang bisa dipakai biasanya memiliki ketahanan yang baik
8.
Pada proses nembok tidak boleh terkena warna dasar
Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas
9.
Resiko dalam penggunaan cairan yang terkandung dalam warna batik
gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap
10.
Membutuhkan ketelatenan
Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus



























Maket
A.            B.
1. Maket adalah miniatur atau model bangunan yang akan dibuat untuk memudahkan visualisasi hasil rancangan baik berupa rancangan struktur, interior,eksterior atau siteplan.





2.               Media (alat dan bahan)
                 Alat :
1.               Stik es krim
2.               Ensel pintu
3.               Tinta timbul
4.               Tusuk sate
    Bahan :
1.               Lem fox putih dan kuning          6.   Fernis                     11.  Gorden                             16.  Kain flanel
2.               Lem tembak                              7.  Hiasan pagar           12.  Hiasan tanaman              17.  Kain merah & putih
3.               Kardus                                       8.  Gabus                     13. Glitter                
4.               Pasir                                            9.  Hardboard              14.  Koran bekas
5.               Amplas                                       10.  Batu Bara             15. Cat air
3.               Proses pembuatan
1.     Cara membuat landasan:
Gabungkan gabus berwarna hijau dengan hardboard dengan ukuran    sesuai keinginan. Potong gabus sesuai dengan ukuran hardboard tersebut.
2.     Cara membuat dinding rumah :
Stik es krim disusun secara rapi menggunakan lem fox putih/kuning. Untuk bagian ujung-ujungnya yang berbentuk ½ lingkaran jangan dipotong. Jika sudah, disatukan dengan menggunakan bantuan lem tembak. Lalu, bisa kalian fernis beberapa kali agar tampak lebih coklat dan mengkilap.
3.     Cara membuat pagar :
Stik es krim dipotong satu sisi dengan ukuran sesuai keinginan. Susun sedikit-sedikit ±10 stik, agar tidak terlalu panjang. Dan tempelkan pada sisi gabus bagian depan dan samping. Sisakan jarak untuk bagian depan sebagai pintu masuk.
4.     Cara membuat sekat antarruang :
Potong kardus sesuai dengan tinggi ruangan. Rekatkan dengan potongan kardus yang sama ukurannya dengan menggunakan lem fox putih. Potong kardus dengan ukuran kecil berjumlah 2. Rekatkan pada bagian atas agar member kesan seperti pintu.
5.     Cara membuat teras :
Cara membuat teras sama dengan membuat pagar tadi. Jika terlalu panjang kalian bisa mengguntingnya. Tumpuk-tumpuk mengelilingi depan rumah.
6.     Cara membuat rumput-rumputan :
Ampas kelapa parut yang tidak terpakai bisa kalian gunakan. Untuk ini, gunakan yang benar-benar sudah menjadi ampas, jika tidak itu akan menimbulkan bau busuk. Campurkan ampas kelapa, lem fox, dan cat air warna hijau. Aduk rata dengan jumlah lem fox putih lebih banyak. Jika menurut kalian kurang hijau, tumbuk daun pandan/daun suji dan beri air sedikit. Itu akan menambah warna hijau jika diperlukan.
7.     Cara membuat air pada kolam :
Cara membuat air pada kolam sama dengan membuat rumput-rumputan tadi, hanya warna cat air yang dibutuhkan adalah warna biru.
8.     Cara membuat jalan setapak :
Gunting stik es krim dengan ukuran sesuai keinginan, jangan terlalu panjang. Cat stik tersebut dengan cat air warna hitam. Tumbuk batu bata sampai halus. Campurkan batu bata tersebut dengan lem fox yang lebih banyak. Bentuk campuran tadi diatas stik es krim hitam tadi. Jika sudah benar-benar kering, oleskan lem fox putih pada atas dan pinggir-pinggirnya agar tahan lama.
9.     Cara membuat atap :
Sobek kardus pada satu sisi sampai terlihat lengkungan-lengkungan menyerupai genting. Cat kardus tadi dengan menggunakan cat air atau cat poster. Jemur sampai kering. Susun stik es krim hingga membentuk kerangka atap. Maaf, untuk ini tidak aku jelaskan secara detail karena rumit dan kurang jelas. Jika sudah tempelkan kardus tadi dipermukaan kerangka atap.
10.           Cara membuat tulisan :
Gunakan tinta timbul berwarna netral. Ambil potongan kertas yang agak tebal dan bentuk tulisan disitu. Jika sudah kalian bisa menaburkan glitter. Glitter make-up juga bisa digunakan. Tunggu sampai kering. Dan bersihkan sisa glitter yang tidak tertempel. Lalu potong satu-satu huruf.




























C.     Tabel Analisis

NO.
KESULITAN
KEMUDAHAN
1.
Membutuhkan keuletan
Mudah mendapatkan bahan baku
2.
Membutuhkan kesabaran
Membutuhkan biaya yang tidak terlalu besar
3.
Membutuhkan ketelatenan
Dapat memilih motif sesuai keinginan
4.
Kesulitan dalam memotong hardboard
Tidak memerlukan keahlian khusus dan keuntungan terbesar
5.
Ukuran yang dipotong harus tepat
Dapat menggunakan bahan yang tidak terpakai yang ada di rumah
6.
Membutuhkan kecermatan
Menghasilkan nilai jual yang tinggi
7.
Waktu pengerjaannya memerlukan waktu yang lama
Menghias maket
8.
Maket yang mengutamakan kualitas hasilnya kurang maksimal
Menaburkan rumput-rumput
9.
Perlu membentuk ikatan yang kuat untuk menjaga perabotan
Melakukan pengecatan pada triplek
10.
perlu kuas kecil dan cat berkualitas baik
Memotong kerangka rumah





























Boneka Horta
             A.        B.
1. Suatu media tanam dari serbuk kayu berbentuk boneka yang apabila disiram setiap hari pada bagian atas kepalanya  punggungnya akan ditumbuhi rambut berupa rumput hijau.









2.  Media (alat dan bahan)
a.       Kaos stoking atau kain kasa halus
b.       Serbuk gergaji
c.       Pupuk
d.       Bibit rumput
e.       Benang / pita jepang (sebagai pengganti benang untuk mengikat)
f.        Hiasan pendukung seperti kancing, mata boneka, dan lain-lain
3.  Proses pembuatan
a.       Pertama masukkan bibit rumput ke dalam kaos stocking atau kassa pada posisi yang disuka (pada bagian kepala boneka ataupun pada bagian punggung, dll).
b.       Campurkan pupuk dengan serbuk kayu gergaji.
c.       Isi campuran pupuk dan serbuk kayu gergaji kedalam kaos stocking atau kassa yang telah dibentuk menjadi bagian kepala, badan, tangan atau kaki.
d.       Satukan setiap bagian dengan cara menjahit dengan benang dan tambahkan hiasan (seperti gambar) sehingga berbentuk boneka.
e.       Rendam sebagian tubuh boneka yang diinginkan untuk ditumbuhi rumput sebentar saja.
f.        Lalu rawat dengan cara menjaga kelembaban beneka atau siram dengan air bila perlu.



















C.     Tabel Analisis

NO.
KESULITAN
KEMUDAHAN
1.
Mudah pecah
Membutuhkan waktu yang singkat
2.
Proses pembentukan bentuk tubuh
Mudah mendapatkan bahan baku
3.
Harus diikat kencang bangian tubuh tersebut namun hati-hati
Beresiko kecil terhadap kegagalan
4.
Membutuhkan ketelatenan
Mudah dalam merawatnya
5.
Sulit menumbuhkan tanaman
Memberikan kesan edukatif
6.
Sulit mendapapatkan bibit rumput
Mudah dalam menghiasnya
7.
Sulit saat memasukkan bibit rumput
Biaya yang diperlukan tidak besar
8.
Stocking jangan terlalu tipis atau tebal
Membuat kerangka dengan alat yang diinginkan
9.
Jangan melakukan di tempat yang banyak udara
Memberikan harga jual yang terjangkau
10.
Menggunakan lem harus sesuai agar tidak terlepas lagi
Mudah dalam memasukkan bahan-bahan

































Limbah Kain                           
A.  B.
1. Salah satu kerajinan yang menjadi bagian dari dunia jahit-menjahit. Kerajinan ini dibuat dengan menggunakan bahan yang tergolong limbah, yaitu bermacam-macam kain perca. Kain ini digunakan untuk membuat sebuah karya kerajinan yang indah dan bahkan memiliki nilai seni tinggi.





2. Media (alat dan bahan)
a.       Kain Perca/ sisa sisa kain
b.       Kain Media seperti kain polos, pakaian, tas, atau potongan jeans yang ukurannya lebih besar dari gambar
d.       Benang Sulam
e.       Kertas/ gambar yang diinginkan
f.        Jarum Sulam
g.       Jarum Pentul
h.       Gunting 
i.         Setrika
j.         Lem Bening (UHU/Lem Styrofoam)/ Double tape
3.       Proses pembuatan
a.       Pilih beberapa potongan kain sisa yang akan diaplikasikan ke gambar atau tulisan. Kemudian letakkan di atas viselin yang bagian mengkilap.
b.       Setrika pada bagian yang ada kain percanya.
c.       Ambil gambar yg sudah dipilih, jiplak ke kertas untuk mempermudah, gunting. Jika ngerasa tidak perlu memakai mal kertas, bisa langsung saja.
d.       Kemudian jiplak ke kain bersama viselin. Sebelum digunting, beri jarum pentul supaya tidak lepas, ini sangat membantu untuk gambar ukuran kecil.
e.       Gunting sesuai mal. Kemudian dengan bantuan lem bening, letakkan mal/kain ke kain media.
f.        Gunakan benang sulam dan jarum sulam untuk aplikasi tusuk feston dari gambar ke kain media. Lakukan hingga seluruh gambar.








C.     Tabel Analisis

NO.
KESULITAN
KEMUDAHAN
1.
Bahan baku kain perca limbah industri juga mudah didapat
Menghasilkan nilai jual yang besar
2.
Hindari penggunaan kain berbahan kaku dan sulit dijahit
Bahan baku kain perca bisa didapatkan dengan harga murah
3.
Hindari juga mengombinasikan kain yang seratnya berbeda karena hasilnya kurang bagus
Bahan baku yang digunakan sangat murah karena berasal dari sisa kain yang tidak digunakan lagi
4.
pilih kain yang beratnya tidak melebihi bahan kemeja dan warnanya tidak luntur
Tidak menggunakan teknik menjahit
5.
bahan kain perca yang didapatkan tidak semuanya berkualitas bagus
Menggunting pola kain perca
6.
Dapat dijadikan salah satu peluang bisnis yang menguntungkan
Dapat menggunakan teknik menyulam
7.
Sulit dijahit dan sulit memadukan warna kain
Dapat menghasilkan karya yang indah dari hasil daur ulang

No comments:

Gulai Siput

Gulai Siput merupakan salah satu makanan khas yang ada di Kepulauan Riau. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan bahan utama siput a...