Wednesday, 8 February 2017

Liburan Tanpa Rencana

Tiga semester telah kita lalui bersama, rencana pergi bersama pun hanya menjadi agenda yang tak pernah terlaksana. Kata orang "kalau direncanakan justru tidak akan berjalan", dan kata-kata itupun terbukti. Kami sudah merencanakan matang-matang hari dan schedule yang akan kami lakukan saat akhir pekan nanti. Tapi semua berantakan saat sudah mendekati hari H dan terpaksa rencanapun kami batalkan.

Perkenalkan, namaku Wahyuni. Ini kejadian yang ku alami untuk pertama kalinya. Aku memiliki teman yang biasa bersamaku di kampus yaitu oca dan triyas. Kami bertiga sama-sama mahasiswi rantau yang kuliah di Jakarta, ya tidak terlalu rantau sih. Aku dari Tangerang, Oca dari Bekasi, dan Triyas dari Karawang. Pertemanan kami dimulai saat berada dalam asrama dan akhirnya sering berangkat dan pulang kuliah bersama.
   
Kembali ke judul, awalnya memang kami ada rencana untuk mengunjungi monas dan kotu serta menaiki bus tingkat saat akhir pekan. Setelah pulang kuliah hari jum'at kami menginap di rumah Triyas, lalu keesokan harinya kami ke monas, kotu, lalu menaiki bus tingkat untuk keliling Jakarta yang berada dekat Stasiun Kota. Kami ingin naik bus tingkat karena ingin mencoba duduk di bagian atasnya, disamping itu lumayan keliling kota Jakarta secara gratis. Mahasiswa selalu nyari kesempatan dimanapun mereka berada.

Tapi siapa sangka rencana yang sudah ditetapkan dan tinggal menunggu saatnya tiba terpaksa dibatalkan karena kegiatan mendadak dan seperti biasa, tugas-tugas yang tidak bisa kami tinggal.

Berbeda dengan hari ini, kami pergi ke tempat yang tak kami sangka akan sejauh itu. Liburan ini tidak direncanakan sebelumnya. Direncanakan tapi tidak berencana akan menginap semalam disana. Kami memilih tempat wisata Taman Bunga Nusantara dan pada weekdays agar tidak padat saat perjalanan maupun ramai sampai sana.

Taman Bunga Nusantara berada di Cianjur, jauh setelah Puncak. Untuk sampai sana kami harus ke Bogor terlebih dahulu dan kami menggunakan kereta untuk sampai ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan angkutan umum. Perjalanan dari stasiun Bogor untuk sampai sana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Bogor kita menuju ke terminal Barangansiang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian naik kendaraan seperti mobil dan dengan ongkos yang cukup mahal yaitu 25rb rupiah.

Perjalanan masih sangat panjang untuk sampai tujuan, tapi pemandangan yang indah  yaitu gunung dan tanaman hijau yang terhampar luas serta hawa dingin setiap jalan yang kami lalui tidak membuat kami merasa menunggu untuk sampai sana.

Kami turun di Cipanas lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cianjur, lalu turun tepat di depan Taman Bunga Nusantara.

Sampailah kami di tempat tujuan. Untuk tiket masuk memerluakan biaya 40rb/orang. Sampai sana sudah jam 2 siang, jadi terlebih dahulu kami melaksanakan kewajiban yaitu solat Zuhur. Setelah itu kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, kami membeli pop mi karena menurut kami yang paling murah diantara semua makanan yang dijual.

Taman Bunga ini tutup pada weekday hanya sampai jam 4 sore, dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling.

Pertama-tama kami disambut dengan bunga warna-warni pada sebelah kiri dan terdapat tumbuhan berbentuk jerapah (menurutku) lalu terdapat air sungai yang sangat jernih pada sebelah kanan dengan bunga-bunga di pinggirannya.

Yang unik disana adalah lokasi tempat bunganya sesuai dengan nama negara bunga tersebut berasal. Namun bunganya tidak selalu ada. Seperti saat kami mengunjungi taman Jepang, kami berpikir akan ada Sakura disana tapi ternyata tidak ada.

Sebenarnya disana terdapat banyak wahana, seperti rumah kaca, balap motor, labirin, kolam renang, dll, tapi tak satupun kami kunjungi karena untuk masuk sana harus mengeluarkan biaya lagi dan kami memilih untuk keliling-keliling saja.

Entah mengapa pengunjung disana yang terbanyak adalah turis yang menggunakan cadar. Dan aku menyadari juga sebelum sampai di Taman Bunga Nusantara banyak toko-toko di samping kanan kiri yang menggunakan tulisan arab. Selain itu disana banyak digunakan juga untuk Foto Pre Wedding karena mungkin memang tempatnya yang sangat bangus untuk dijadikan latar belakang serta memberikan kesan yang menarik.

Kami sangat menikmati liburan kami disana karena untuk menghilangkan penat selama kuliah, sampai sini rasanya adem dan jernih sekali pikiran ini. Tapi disamping itu kami memikirkan bagaimana kami nanti pulang ke rumah. Sudah jelas sampai malam karena untuk sampai sini saja membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi untuk ke stasiun Bogor dan tujuan rumah kami masing-masing.

Aku sendiri tidak memiliki saudara satupun yang tinggal di dekat daerah sini. Tetapi kedua temanku punya dan merekapun sudah menghubungi saudara mereka yang dapat kami singgahi untuk semalam. Kalau dipikir tidak enak kalau kami menumpang dirumah orang hanya karena kami tidak berani untuk pulang.

Jika dilihat di peta sebenarnya banyak terdapat saung tapi setelah kami kunjungi saung tersebut sepi dan tidak berpenghuni.

Akhirnya kami disarankan oleh satpam saung tersebut untuk menginap di villa daerah  cipanas dan harganya pun sangat terjangkau, hanya 70rb/malam dan dibagi tiga karena kami bertiga sekamar.

Sebenarnya kami tidak ada rencana untuk menginap tapi keadaan yang membuat kami tidak mungkin untuk pulang.

Kami mendapat kamar yang pemandangannya langsung menghadap gunung dan sangat dingin sekali. Karena terlalu dingin kami tidak mandi sore dan mandi pagi, selain itu karena tidak ada persiapan untuk menginap kami juga tidak membawa pakaian ganti dan alat mandi.

Terpaksa kami harus keluar malam-malam untuk mencari makan dan disana banyak sekali yang menjual seblak khas Bandung. Makan malam kami sangat murah hanya 8rb rupiah saja.

Dikamar, kami hanya mengobrol sebentar lalu istirahat karena keesokan paginya kami harus segera pulang. Kami keluar dari villa tersebut sekitar jam 7 kurang. Dan entah mengapa perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat dari perjalanan pergi.

Sampai bertemu di liburan kami selanjutnya.



Saturday, 10 September 2016

Patah Hati Terhebat



2 September 2015
Ya, tepatnya setahun yang lalu aku berkenalan dengan seseorang secara terpaksa melalui chat Line. Hari itu adalah hari pertamaku melaksanakan PPSM Jurusan atau yang biasa disebut OSPEK di Universitas. Pada hari itu kami calon mahasiswa baru mendapatkan tugas untuk mencari nama kakak tingkat atau dosen beserta biodatanya dan maksimal 3 orang untuk nama yang sama. Seseorang yang akan ku ceritakan itu menjadi orang yang bertanggung jawab atas tugas kami.
Malam hari, Percakapan itu aku yang memulainya, aku harus memberanikan diri untuk bertanya apakah nama kakak tingkat yang kutulis sudah ada yang punya atau belum. Namun dia tak membalas pesanku pada malam itu juga. Aku sempat kesal karena sudah kesulitan mencari nama tapi tak ada balasan darinya. Untung saja saat pagi ia membalas tak ada yang sama denganku.

7 September 2015
            Hari pertamaku menjadi mahasiswa. Aku sekelompok berdiskusi tentang kasus lingkungan dengannya dan dia yang memulai berbicara diantara kami semua. Saat itu aku masih cuek dengan semua orang dan tidak terlalu memperdulikan.
            Aku tidak terlalu ingat jelas saat pertama aku kenal dengannya. Semenjak masuk kuliah, ia sering bahkan setiap hari ia mengirim chat kepadaku, awalnya hanya berbicara mengenai tugas-tugas kuliah yang kebetulan kami sekelompok. Disela-sela perbincangan sesekali kami juga suka bercanda dan sempat berdebat mengenai “Istri yang tidak bisa memasak”. Dari perdebatan itu secara perlahan bisa mengenal pribadi masing-masing.
 Entah sejak kapan perasaan itu muncul tapi rasanya sepi kalau ia tidak mengirim chat kepadaku. Jujur secara diam-diam aku suka memperhatikannya dan aku juga sadar ia  memperhatikanku secara diam-diam.
Awal-awal masuk kuliah ia duduk di depanku tapi sejak kami sering chat ia pindah disebelahku dan aku juga tidak tahu mengapa ia pindah. Sebelumnya kami tidak pernah mengobrol secara langsung walaupun banyak hal yang kami bicarakan melalui chat. Tapi karena duduk bersebelahan mau tidak mau kami harus berbicara karena tidak enak jika hanya diam-diam saja. Aku juga sering memukul pundaknya jika ia tertidur saat pelajaran sedang berlangsung.
Ada hal kecil, kenangan yang sangat sederhana yang masih aku ingat. Ia sering memainkan jariku  saat aku tertidur di kelas, sebenarnya aku menyadari tapi entah mengapa aku membiarkankannya.
Kami berdua sangat menyukai binatang terutama kucing dan anjing. Di sela-sela perkuliahan berlagsung kami sering melihat Instagram dari hpku atau miliknya. Kami juga menceritakan tentang peliharaan kami di rumah.
Pertengkaran pertama kami terjadi saat aku mengirimkan gambar cewek dan cowok berpelukan di dalam kereta. Namun tanggapannya membuatku kesal dan marah padanya, mungkin karena cemburu. Ia justru menceritakan, pada saat SMA ia hampir berpelukan dengan mantannya. Aku tidak membalas chatnya lagi dan dia juga tidak menanyakan apa yang terjadi denganku. Seminggu berlalu dan ia kembali mengirim chat kepadaku dan aku juga sudah melupakan hal itu dan aku sadar itu hanya masa lalunya yang tak perlu aku permasalahkan.

Desember 2015
            Liburan semester ganjil tiba. Dua minggu terasa begitu lama karena aku tidak bisa melihatnya. Aku masih ingat saat itu ia mulai menebak-nebak perasaanku padanya dan membicarakan tentang kita. Tapi aku tidak mengatakan kalau aku menyayanginya. Menurutku ia sosok yang berbeda, ia dapat memahami kode-kode perempuan walau hanya lewat tulisan. Jujur aku merasa nyaman saat ia ada didekatku, merasa gelisah jika tidak melihatnya dan ia sudah mengetahui itu. Saat itu juga pertama kalinya ia berjanji untuk menjagaku dan merahasiakan apa yang sedang kita rasakan. Kita masing-masing sudah malas sama yang namanya “Pacaran”.
            Liburan telah usai, jantungku berdegup kencang saat masuk kuliah kembali, ia datang dan duduk disebelahku lagi. Perasaan malu bercampur aduk dengan senang, karena ia sudah tahu kalau aku nyaman berada didekatnya.
            Semua berjalan begitu manis, diantara kami memang tidak ada status yang jelas tapi bisa selalu berada didekatnya saja aku sudah merasa senang.
            Ia suka bercerita, menceritakan keluarganya, hal-hal yang menyenangkan, bahkan juga menceritakan hal yang tidak menyenangkan. Ia pernah mengatakan, kalau aku harus tahu jika ia sedang gelisah dan kesal terhadap orang-orang disekitarnya. Aku senang, karena ia menjadikanku tempat untuk mencurahkan hatinya dan ia juga mengatakan kalau aku membuatnya tenang.
            Semakin lama perbincangan kami yang hanya lewat chat menjadi semakin serius, kami mengobrol hal masa depan yang begitu dewasa. Ia selalu berpesan untuk tidak menyesal karena telah mengenalnya dan pertanyaan yang sering ia lontarkan adalah “kalo gue jadi suami lu mau ga?”. Aku tidak pernah mempermasalahkan apapun sifatnya dan aku juga biasa saja menanggapinya. 

Juli 2016
            Waktu obrolanku bersamanya semakin hari menjadi semakin malam, bisa sampai pagi. Ia selalu memintaku untuk menemaninya begadang dan satu kalimat yang aku ingat darinya adalah “berharap ditemenin sepanjang malam”. Begitu banyak kalimat-kalimat yang ia kirimkan lewat chat seolah-olah ia selalu ingin aku berada disampingnya bahkan sampai seterusnya.
            Suatu malam obrolan menjadi serius saat ia bertanya “Kalo udah berkomitmen boleh ngomong sayang ke orang lain gak?”. Aku ingat ia juga pernah bertanya itu sebelumnya sekitar 3  minggu yang lalu, yang aku jawab dengan kalimat candaan “Kalo belum punya suami mah gapapa hahahaha” dan ia balas dengan kalimat “jawaban yang bagus untuk anak polos seperti kau”. Tapi berbeda dengan malam itu, aku hanya mengiyakan dan berkata terserah. Pikiran negatifku berkata kalau ia sudah menyayangi orang lain dan itu bukan aku.
            Balasannya membuatku tercengang dan menangis “Gue sayang eluu”. Dan ia juga berjanji lagi untuk menjagaku dan menghormati perasaanku. Aku menangis karena ia sudah memiliki komitmen dengan orang lain, tapi ia sayang padaku dan aku seperti menjadi orang ketiga yang bisa merusak hubungan mereka. Entah berkomitmen seperti apa yang ia jalani, ia tak pernah menjelaskannya kepadaku dan aku juga tidak berhak untuk bertanya karena aku tahu aku bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang yang selalu dijanjikan untuk dijaga.
            Entah perasaanku ini salah atau tidak, aku bingung. Aku belum pernah merasakan seperti ini, aku jatuh cinta pada orang yang salah, tapi disisi lain aku yakin dengan perasaanku. 

Agustus 2016
            Baru sebentar saja aku merasa sangat disayangi olehnya, ia sudah membuatku sakit hati. Aku tahu sakit ini akan timbul kapan saja dan aku sadar kalau ia bukan seutuhnya untukku. Ia berjanji untuk selalu menjagaku dan menghormati perasaanku. Tapi apa yang ia lakukan sudah mengingkari janjinya. Bagaimana tidak, aku tidak sengaja melihat cover profile picturenya adalah seorang cewek dan status inisial nama cewek. Dan tanpa sengaja juga aku melihat ia meng-Upload foto cewek di Instagram dengan caption sebuah panggilan sayang dan ia juga memanggilku itu dari sebelum ia mengungkapkan perasaannya kepadaku.
            Jauh sebelum ia mengatakan sayang padaku, dan ia belum mengetahui perasaanku ia pernah meng-Upload foto cewek yang sama. Tak perlu menjelaskan siapa orang yang berkomitmen dengannya aku sudah tahu dengan sendirinya dan aku yakin cewek itu.
            Hari-hariku berubah menjadi isak tangis yang mendalam, aku juga tidak membalas chatnya lagi, aku capek untuk terus berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa denganku. Terkadang ia beri harapan, seakan aku miliknya tapi kadang terasa jauh dan ia juga sering mengatakan kalau aku lebih pantas untuk orang di masa depanku nanti. Padahal aku menginginkannya untuk terus bersamaku, entah mengapa aku begitu yakin. Aku sudah percaya dengannya tapi ia juga yang membuatku ragu. Aku tidak pernah menyesal dengan ini. Aku selalu ingat janji kita, harapan-harapan kita. Aku hanya tidak tahu harus menunggu atau meninggalkan. Ini patah hati terhebatku, lebih sakit dari yang pernah aku rasakan, ditinggal tanpa alasan dan diduakan. 

September 2016
            Tepatnya pada tanggal 6, malam hari ia kembali menyapaku. Aku balas keesokan harinya. Katanya sudah lama tidak mengobrol denganku. Aku merasakan sosoknya kembali yang selalu menghiburku walau ada sedikit canggung.
            Entah akan berakhir seperti apa, yang jelas aku tidak menginginkan hal ini terjadi padaku lagi. Aku berusaha untuk tidak berharap, karena percuma saja akan menjadi sia-sia. Terimakasih untuk selalu membuatku nyaman, untuk harapan-harapan yang begitu indah di masa depan. Kamu patah hati terhebatku.
            Satu pesanku, jangan pernah kamu sia-siakan orang yang selalu ada untukmu dan sudah memberikan segalanya untukmu.

Saturday, 20 August 2016

Ojek Aplikasi vs. Ojek Pangkalan

Fenomena Go-Jek Mulai Membuat Kesal Ojek Pangkalan

Sebagai tanggapan dari maraknya kasus resistensi ojek pangkalan terhadap Go-Jek, YouGov melakukan jajak pendapat terhadap 4,785 panelis Indonesia (52% pria dan 48% wanita) di seluruh negeri mengenai pendapat mereka terhadap kasus tersebut di atas.
Hasilnya, secara umum 82% responden menyatakan setuju atas keberadaan Go-Jek dibandingkan dengan ojek pangkalan. Pada empat area di mana terdapat layanan Go-Jek (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar), respon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan area di mana Go-Jek belum tersedia. Tidak ada perbedaan respon yang signifikan terlihat pada kelompok demografi yang berbeda.
Menariknya, pada kota yang belum memiliki layanan Go-Jek, 68% responden berharap Go-Jek dapat segera tersedia di kota mereka. Sementara itu 32% responden lainnya tidak peduli terhadap keberadaan Go-Jek.
Lima alasan utama dari responden yangmendukung keberadaan Go-Jek adalah:
  1. Bisa menjemput pada tempat yang sudah ditentukan, saya tidak perlu keluar mencari ojek (74%)
  2. Harga pas/tidak perlu menawar (70%)
  3. Pengendara, kendaraan, dan helm yang digunakan memiliki standar tertentu yang membuat saya merasa aman berkendara (57%)
  4. Tersedia di sekitar tempat saya (45%)
  5. Layanan sudah termasuk masker dan pelindung kepala (lebih higienis) (44%).
Sedangkan lima alasan utama responden yang lebih memilih mendukung ojek pangkalan antara lain adalah:
  1. Harga dapat ditawar (41%)
  2. Melestarikan bisnis komunitas lokal agar tidak dimonopoli perusahaan (39%)
  3. Tidak perlu menunggu pengendara Go-Jek, bisa langsung mencari ojek pangkalan di luar (39%)
  4. Lebih fleksibel dalam perubahan tempat tujuan, waktu penjemputan, dan lain-lain (36%)
  5. Merasa kasihan terhadap ojek pangkalan yang merasa lahan kerja mereka berkurang karena Go-Jek (35%).

Thursday, 18 August 2016

Kasus Kesehatan Lingkungan


BOGOR - Puluhan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terserang penyakit Hepatitis A dalam dua bulan terakhir. Kasus ini membuat IPB menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof Yonny Koesmaryono, menjelaskan, beberapa bulan ini merupakan masa tersibuk bagi mahasiswanya. Sebagian dari mereka ada yang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir semester (UAS) dan mempersiapkan kelulusan. Kesibukan menyelesaikan tugas kampus, kata Yonny, membuat mahasiswa kurang memperhatikan kesehatan mulai dari istirahat yang cukup, maupun mengatur pola makan yang baik dan sehat.
"Ditambah dengan kondisi cuaca yang sudah musim hujan, kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi pemicu mereka terserang Hepatitis A," tuturnya, Selasa (15/12/2015).
Yonny mengatakan, upaya cepat tanggap mencegah penularan Hepatitis A di kalangan mahasiswa telah dilakukan di antaranya pengobatan massal kepada seluruh civitas IPB, sosialisasi dan penyuluhan tentang gizi seimbang, dan cara menyediakan makanan yang higienis yang ditujukan kepada pengelola kantin atau warung makan yang ada di dalam maupun luar kampus.
"Selain sosialisasi juga dilakukan upaya preventif supaya tidak ada lagi mahasiswa yang terjangkit hepatitis," tandasnya.
Guna menanganinya, IPB membentuk kelompok kerja (pokja) khusus yang terdiri dari berbagai unit terkait serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Guna mencegah penularan penyakit hepatitis A, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit & Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Kusnadi mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
Selain itu, dia mengingatkan kepada mahasiswa untuk selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang matang. Kendati demikian, terkadang makanan sudah bebas kuman, tetapi alat makan tidak bersih.
"Kalau makan bakso itu kan panas. Kuman sudah mati di suhu 85 derajat celcius. Tapi masalahnya mangkuknya suka tidak bersih. Dicucinya hanya dicelupkan dalam ember lalu dilap dengan kain yang sudah kotor," terangnya.
Untuk itulah, ucap Kusnadi, alat makan, seperti sendok, mangkuk, dan piring juga harus higienis karena penularan penyakit hepatitis A bisa melalui oral antarorang. Selain itu, dia juga punya trik tersendiri untuk mengidentifikasi rumah makan bersih atau tidak.

Sedangkan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Didik mengimbuhkan, yang akan dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus hepatitis A di IPB adalah mencanangkan pola hidup bersih dan sehat, kaporisasi pada air sumur, serta memakai disinfektan pada kantin dan asrama.

Para mahasiswa yang belum terjangkit langsung mengantisipasi penularan penyakit itu. Mereka kini lebih menjaga kebersihan dengan tidak makan sembarangan.

A.    Ruang Lingkup Menurut WHO
Menurut WHO, ruang lingkup Ilmu Kesehatan Lingkungan mencakup hal-hal sbb:
a)         Penyediaan air minum
b)        Pengolahan air buangan dan pengendalian pencemaran air
c)         Pengelolaan sampah padat
d)        Pengendalian vektor
e)         Pengendalian atau pencegahan pencemaran tanah
f)         Hygiene makanan
g)        Pengendalian pencemaran udara
h)        Pengendalian radiasi
i)          Kesehatan kerja
j)          Pengendalian kebisingan
k)        Perumahan dan pemukiman
l)          Perencanaan daerah perkotaan
m)      Aspek kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat
n)        Pencegahan kecelakaan
o)        Rekreasi umum dan pariwisata
p)        Keadaan darurat
q)        Pencegahan resiko lingkungan

Dalam kasus ini termasuk dalam Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan menurut WHO yang mencakup Hygiene Makanan hal ini dikarenakan penyebab Hepatitis A adalah berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh penderita. Dan biasanya penyakit ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis.

B.     Ruang Lingkup Menurut Depkes
Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan  menurut Depkes :
a)    Kelompok upaya sanitasi dasar meliputi penyediaan kebutuhan sanitasi yang mendasar (mutlak) diperlukan manusia untuk kebutuhannya menjadi sehat!
b)   Kelompok upaya penanggulangan pencemaran dan kemerosotan lingkungan fisik dan biologis
c)    Kelompok upaya penanggulangan akibat tekanan pembangunan

Dalam kasus ini termasuk dalam Kelompok Upaya Sanitasi Dasar dikarenakan dalam kasus ini kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi pemicu mereka terserang Hepatitis A.

C.    Akar Masalah
 











D.    Emisi (Sumber Penyakit)
Sumber penyakit dalam kasus ini adalah murni karena masalah kebersihan makanan, minuman yang mengandung virus hepatitis A dan penularan dari sesseorang yang terkena Hepatistis A.
E.     Ambient (Kondisi Eksisting)
Kondisi sebelumnya mahasiswa kurang memperhatikan kesehatan mulai dari istirahat yang cukup, maupun mengatur pola makan yang baik dan sehat.
            Setelah terserang Hepatitis A, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit & Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Kusnadi mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
F.     Hubungan Manusia dan Lingkungan
Faktor cuaca yang lembab dan kondisi lingkungan yang padat ditambah dengan kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi pemicu mahaiswa terserang Hepatitis A.
G.    Jenis Traditional Hazard/Modern Hazard
Kasus Hepatitis A ini merupakan jenis Traditional Hazard karena berasal dari aktivitas traditional manusia yang mencakup sanitasi yang buruk, air minum berkualitas buruk, kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis.
H.    Pandangan Ekologi
“Tempat untuk mengolah makanan yang tidak sesuai dengan prinsip keamanan pangan seperti pengolahan makanan di tempat terbuka dapat menimbulkan pencemaran bakteri patogen(Indrati, 2015)
Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi Hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial tersinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan.
I.       Pandangan Epidemologi
Epidemiologi berarti  terkait dengan wabah penyakit yang bertujuan untuk mengendalikan kejadian penyakit yang menimpa atau timbul di lingkungan social/manusia dan kelompoknya/masyarakat.
Kondisi mahasiswa yang sangat sibuk untuk menghadapi ujian akhir semester (UAS). Sehingga tidak memerhatikan pola makan serta dalam keadaan kurang prima karena kurang istirahat. Sedangkan makanan yang tersedia belum tentu bersih. Ditambah memasuki musim hujan yang menyebabkan sanitasi terhambat menyebabkan mahasiswa mudah terserang penyakit.
J.      Ulasan Teori Holistik
Model Holistik dari HL. Blum menyatakan bahwa status kesehatan manusia (sehat atau sakit) dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yang juga berinteraksi antara satu dengan yang lain. Faktor tersebut berdasarkan besar kecil perannya terhadap status kesehatan manusia terdiri dari :
1.      Lingkungan
2.      Perilaku
3.      Pelayanan Kesehatan
4.      Herediter (keturunan)
Catatan: gambar panah dengan ukuran berbeda menggambarkan urutan besarnya pengaruh ke empat faktortersebut.
Teori HL Blum menyimpulkan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang terbesar yang mempengaruhi status kesehatan manusia. Selanjutnya diikuti faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan herediter (keturunan).
Faktor utama yang berpengaruh dalam kasus ini adalah faktor lingkungan karena kasus ini diduga akibat kondisi lingkungan yang kurang higienis sehingga makanan yang dikonsumsi mahasiswa tidak sehat.
K.    Ulasan Teori Timbangan
Dalam masalah penyakit akan selalu ditemui triangle/ segitiga antara agent-host-environment yang selalu berubah secara dinamis yang mana hubungan antara agent/penyebab penyakit dengan  host/ pejamu dapat menyebabkan wabah bila kondisi yang ditopang lingkungan tidak seimbang tetapi tidak akan terjadi wabah apabila lingkungan yang mendukung kondisi  seimbang. Hubungan antara agent-host-environment dapat digambarkan dengan Neraca model John Gordon.
Timbangan yang sesuai dengan kasus ini adalah dimana host ada dalam jumlah yang besar, sehingga tidak seimbang dan mendukung menyebabkan wabah terjadi. Timbangan tersebut dapat digambarkan dengan :


 










         "Kalau makan bakso itu kan panas. Kuman sudah mati di suhu 85 derajat celcius. Tapi masalahnya mangkuknya suka tidak bersih. Dicucinya hanya dicelupkan dalam ember lalu dilap dengan kain yang sudah kotor," dr Kusnadi.
L.     Ulasan Teori Epidemiologi
            Penyebab penyakit adalah Virus Hepatitis A yang disebarkan oleh tinja/kotoran penderita. Biasanya melalui makanan atau minuman yang tidak matang.
            Gejalanya adalah mual (nausea), muntah-muntah, mencret, kulit kuning (terutama bagian putih dari mata), demam, dan nyeri.
M.   Prinsip Pengawasan/ Pengendalian/ Rekayasa Kesehatan Lingkungan
Pengawasan dalam kesehatan lingkungan dilakukan dengan beberapa upaya yang  dapat digolongkan dalam 5 kegiatan antara lain :
1.      ISOLASI
Adalah pengumpulan berbagai materi/bahan yang bersifat pencemar/pollutant dapat juga bersifat beracun dan berbahaya sehingga dapat dicegah adanya pencemaran, penyakit yang dapat menular dan kecelakaan. Sebagai contoh pembuatan septic tank kotoran manusia dikumpulkan dan diisolasi untuk tidak menimbulkan adanya pencemaran tanah dan air tanah.
2.      SUBSTITUSI
Penggantian bahan /materi yang biasanya  digunakan masyarakat oleh karena bahan yang dipakai mengandung bahan berbahaya dan beracun perlu diganti dengan bahan yang tidak menimbulkan efek berbahaya dan beracun seperti bensin dengan Pb/ timbal diganti molybdenum /bio premium.
3.      SHIELDING
Penggunaan alat pelindung /shield untuk tidak terkena atau terpapar media yang tercemar seperti udara, getaran ataupun sinar cahaya. Hal tersebut dijumpai pada saat orang bekerja sebagai contoh penggunaan alat pelindung diri/APD.
4.      TREATMENT
Penggunaan alat / instalasi untuk tujuan pemisahan , pembebasan dan pemusnahan bahan-bahan yang perlu dibuang dan dihancurkan oleh karena sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi seperti pengurangan BOD/ BOD removal
Yang dilakukan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL atau waste water treatment.
5.      PREVENTION
Pencegahan dengan cara memberikan kekebalan baru seperti immunisasi pada penyakit cacar , campak ,dan  vaksinasi tuberculosis dengan vaksin BCG. Pencegahan yang tersebut diatas berprinsip pada  PEMUTUSAN HUBUNGAN antara sumber penyebab penyakit dengan media lingkungan yang menjadi jalur penularan penyakit.
Upaya yang mencakup dalam kasus ini adalah Prevention. Dr Naufal mengatakan, virus hepatitis A mudah menyebar. Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) itu mengimbau, hal penting yang harus dilakukan adalah pencegahan dengan memerhatikan kebersihan diri dan makanan.
Sementara pihak pengelola asrama juga melakukan kegiatan bersih lorong, kamar, dan toilet guna mencegah bertambahnya mahasiswa yang terjangkit hepatitis.
N.    Intervensi Sesuai Akar Masalah
ü  Kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Untuk dilakukan sosialisasi kebersihan kepada pedagang, baik di dalam maupun di lingkungan lingkar kampus
ü  Pengobatan massal kepada seluruh civitas IPB
ü  Sosialisasi dan penyuluhan tentang gizi seimbang
ü  Mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan
ü  Rutin melakukan kegiatan pembersihan lingkungan




Gulai Siput

Gulai Siput merupakan salah satu makanan khas yang ada di Kepulauan Riau. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan bahan utama siput a...