Saturday, 15 April 2017
Sambal Goang
Sambal goang menjadi salah satu jenis sambal yang khas di Jawa Barat, Khususnya Tasikmalaya. Masyarakat Tasikmalaya selalu mengonsumsi makanan dengan tambahan sambal dan juga lalapan. Sambal ini mempunyai ciri Khas tersendiri. Umumnya masakan sambal goang khas Sunda ini diolah mentah atau tanpa dimasak yang juga bisa disebut dengan sambal dadakan sebab kepraktisannya. Dikatakan mentah karena bahan cabai dan cara pengolahannya tidak digoreng ataupun direbus. Semua bahan ditumbuk sampai halus dan dapat disajikan secara langsung dengan lauk pauk yang lainnya. Rasa pedas dari sambal ini akan menggugah selera makan anda. Meskipun sederhana, namun sambal goang ini banyak sekali di temukan di setiap warung atau resto-resto yang ada di Bandung, Bogor, Sumedang dan sekitarnya.
Bahan :
a. 25 buah cabe rawit merah
b. 3 siung bawang putih
c. ½ sendok teh garam
d. Tambahkan kencur sedikit saja
Cara Membuat :
a. Haluskan cabe rawit merah, bawang putih, garam dan kencur, kemudian siram dengan sedikit minyak panas.
b. Jika sambal goang ini di rasa kurang pedas, anda bisa menambahkan cabenya.
c. Sajikan sambal goang ini dengan sepiring nasi hangat dan lauknya, lebih enak lagi jika sambal goang ini dinikmati
bersama lauk ikan asin dan kerupuk.
d. Salah satu makanan yang populer disajikan dengan sambal goang adalah pepes, nasi tutug oncom dan juga ayam hingga ikan
goreng.
Monday, 3 April 2017
Nasi Bakar Sum Sum Tangerang
Nasi yang merupakan makanan pokok khas Indonesia ini memiliki berbagai macam olahan, salah satunya ada di Kota Serang, Banten. Di Serang, terdapat makanan yang berbahan utama nasi yang terkenal nikmat dan enak yaitu nasi bakar sumsum.
Awal mula nasi bakar sumsum menjadi makanan khas di Serang terjadi pada tahun 1941. Saat itu tukang potong hewan yang bekerja di daerah Serang, melihat sisa-sisa tulang yang mubazir untuk dibiarkan. Tulang itu pun dibawa pulang. Ternyata tulang yang dibawanya menarik seorang pembeli untuk menggunakan tulang tersebut. Tulang itu pun dipecah-pecah untuk memudahkan penjualan.
Pada bagian dalam tulang terdapat sumsum yang tidak terpakai sehingga dibuang oleh si tukang potong. hal ini kemudian dimanfaatkan sang istri. Ia mempunyai ide untuk menggunakan sumsum tersebut untuk dicampur ke dalam nasi lalu dibakar.
Seperti namanya, Nasi Bakar Sumsum adalah kuliner dengan nasi sebagai bahan utamanya, ditumis dengan bumbu-bumbu dan ditambahkan sumsum sapi/kerbau. Kemudian dibungkus dengan daun pisang, dan dibakar hingga matang atau beraroma harum.
Disajikan dengan irisan mentimun dan tomat, dilengkapi sambal kacang. Kuliner asli Banten ini dapat kamu temui di di Jalan T.B. Buang, Pasar Lama, Serang dengan gaya warung tenda bernama “Puri”, warung tersbut hanya buka pada malam hari mulai pukul 6 sore. Biasaya akan tutup pada tengah malam atau jika nasi bakar sumsum habis lebih cepat.
Nasi bakar sumsum tangerang dibuat dari bahan nasi yang telah matang selanjutnya diaduk dengan tambahan bahan rempah. Rasanya yang gurih dan lezat akan membuat lidah seperti dimanjakan dengan rasa khas nasi bakar sumsum. Nasi khas Banten berbalut bumbu plus sumsum ini rasanya gurih-gurih enak. Makanan ini biasa disantap pada siang hari oleh warga tangerang untuk menu makan siang. Aroma dan cita rasanya mampu meningkatkan selera makan, walaupun menu nasi sumsum ini tergolong makanan langka di tangerang namun masih ada beberapa warung makan yang menjualnya.
Bahan :
500 gram beras
750 ml air
150 gram sumsum tulang sapi
1 Sdt Gula Jawa serut
2 Sdt Garam
4 Sdm minyak goreng
Daun pisang secukupnya
Batang lidi secukupnya
Bumbu, goreng dan haluskan :
5 buah cabai merah besar, buang isinya potong 4 cm
5 butir Kemiri
5 Siung Bawang Putih
5 butir Bawang Merah
Cara Pembuatan :
Rebus Beras, aduk hingga air habis
Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan gula dan garam
Masukkan ke nasi aronan, aduk rata
Letakkan 1 Sdm nasi berbumbu, di atas daun pisang, lalu pipihkan, dan tambahkan sumsum, lalu tutup kembali dengan nasi, lalu gulung dan semat kedua ujung daun dengan lidi. Selanjutnya ulangi hingga nasi dan sumsum habis
Kukus nasi hingga matang + 40 menit, lalu angkat, dan tiriskan
Saat akan disajikan, bakar nasi di atas bara
Disajikan dengan irisan mentimun dan tomat, dilengkapi sambal kacang.


Sunday, 12 March 2017
my feels always right😧
Kali ini gue bakal cerita tentang handphone yg hilang dari ke-3 orang yg berbeda. Langsung ajaa
1. Bokap gue sendiri, ini terjadi udah lama banget, kira kira gue kelas 7 smp. Bokap gak pulang pulang udah malem banget, gue telpon sms gak dibales, and my feel said "hpnya ilang". And thats right, sampai rumah bokap gue cerita, dihipnotis pas lagi di bis. Alhamdulillah cuma hp aja:')
2. Nyokap gue sendiri. Jadi dulu lagi demen demennya sama girlband "blink" (buat yg tau aja wkwk). Nah ada konser mereka kebetulan di deket rumah, yaudah kuy lah buat liat mereka. Lagi asik asiknya ngerekam (bukan pake hp nyokap) , iseng liat orang sebelah lagi ngerekam juga, merhatiin hp nya juga, dalem hati "kok sama kayak hp nyokap (mikir hp nyokap ilang". Bener ajaaaa selesai konser hp nyokap ilang, Alhamdulillah lagi cuma hp ajaa:')
3. Temen sendiri, lagi pergi bareng. Belum lama terjadi. keadaannya lagi naik metromini, dan gatau kenapa saat itu tas engga di taro di depan, dibiarin di gendong di belakang aja gitu. Naik metromini dapet sih duduk. Mulai feel nya gini, (gue duduk di pojok deket jendela) saat teme guen gue mau bayar ongkos, sepenglihatan gue abangnya udah nengok eh tibag tiba jadi buang muka dan menunda untuk bayar dan disaat yg bersamaan gue gak sengaja nengok ke belakang dan gue liat bapak bapak udah tua pakai tas ransel hitam digendong di depan membangunkan badannya ke depan kemudian menyender kebelakang. Entah maksudnya apa, tapi disitu udah berpikiran negatif. Anddd bener aja pas turun dari itu metromini temen gue hp nya hilang dan dalam keadaan tas bagian saku kebuka. Alhamdulillah lagi cuma hp ajaa :')
Kenapa gue bilang Alhamdulillah tiga tiganya, karena penyimpanan hp berbarengan sama duit. Dan hanya hp aja yg hilang duitnya engga. Masih harus bersyukur:)
Diambil hikmahnya yaa:) keep safety wherever u go:)
Wednesday, 15 February 2017
Wednesday, 8 February 2017
Liburan Tanpa Rencana
Tiga semester telah kita lalui bersama, rencana pergi bersama pun hanya menjadi agenda yang tak pernah terlaksana. Kata orang "kalau direncanakan justru tidak akan berjalan", dan kata-kata itupun terbukti. Kami sudah merencanakan matang-matang hari dan schedule yang akan kami lakukan saat akhir pekan nanti. Tapi semua berantakan saat sudah mendekati hari H dan terpaksa rencanapun kami batalkan.
Perkenalkan, namaku Wahyuni. Ini kejadian yang ku alami untuk pertama kalinya. Aku memiliki teman yang biasa bersamaku di kampus yaitu oca dan triyas. Kami bertiga sama-sama mahasiswi rantau yang kuliah di Jakarta, ya tidak terlalu rantau sih. Aku dari Tangerang, Oca dari Bekasi, dan Triyas dari Karawang. Pertemanan kami dimulai saat berada dalam asrama dan akhirnya sering berangkat dan pulang kuliah bersama.
Kembali ke judul, awalnya memang kami ada rencana untuk mengunjungi monas dan kotu serta menaiki bus tingkat saat akhir pekan. Setelah pulang kuliah hari jum'at kami menginap di rumah Triyas, lalu keesokan harinya kami ke monas, kotu, lalu menaiki bus tingkat untuk keliling Jakarta yang berada dekat Stasiun Kota. Kami ingin naik bus tingkat karena ingin mencoba duduk di bagian atasnya, disamping itu lumayan keliling kota Jakarta secara gratis. Mahasiswa selalu nyari kesempatan dimanapun mereka berada.
Tapi siapa sangka rencana yang sudah ditetapkan dan tinggal menunggu saatnya tiba terpaksa dibatalkan karena kegiatan mendadak dan seperti biasa, tugas-tugas yang tidak bisa kami tinggal.
Berbeda dengan hari ini, kami pergi ke tempat yang tak kami sangka akan sejauh itu. Liburan ini tidak direncanakan sebelumnya. Direncanakan tapi tidak berencana akan menginap semalam disana. Kami memilih tempat wisata Taman Bunga Nusantara dan pada weekdays agar tidak padat saat perjalanan maupun ramai sampai sana.
Taman Bunga Nusantara berada di Cianjur, jauh setelah Puncak. Untuk sampai sana kami harus ke Bogor terlebih dahulu dan kami menggunakan kereta untuk sampai ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan angkutan umum. Perjalanan dari stasiun Bogor untuk sampai sana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Bogor kita menuju ke terminal Barangansiang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian naik kendaraan seperti mobil dan dengan ongkos yang cukup mahal yaitu 25rb rupiah.
Perjalanan masih sangat panjang untuk sampai tujuan, tapi pemandangan yang indah yaitu gunung dan tanaman hijau yang terhampar luas serta hawa dingin setiap jalan yang kami lalui tidak membuat kami merasa menunggu untuk sampai sana.
Kami turun di Cipanas lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cianjur, lalu turun tepat di depan Taman Bunga Nusantara.
Sampailah kami di tempat tujuan. Untuk tiket masuk memerluakan biaya 40rb/orang. Sampai sana sudah jam 2 siang, jadi terlebih dahulu kami melaksanakan kewajiban yaitu solat Zuhur. Setelah itu kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, kami membeli pop mi karena menurut kami yang paling murah diantara semua makanan yang dijual.
Taman Bunga ini tutup pada weekday hanya sampai jam 4 sore, dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling.
Pertama-tama kami disambut dengan bunga warna-warni pada sebelah kiri dan terdapat tumbuhan berbentuk jerapah (menurutku) lalu terdapat air sungai yang sangat jernih pada sebelah kanan dengan bunga-bunga di pinggirannya.
Yang unik disana adalah lokasi tempat bunganya sesuai dengan nama negara bunga tersebut berasal. Namun bunganya tidak selalu ada. Seperti saat kami mengunjungi taman Jepang, kami berpikir akan ada Sakura disana tapi ternyata tidak ada.
Sebenarnya disana terdapat banyak wahana, seperti rumah kaca, balap motor, labirin, kolam renang, dll, tapi tak satupun kami kunjungi karena untuk masuk sana harus mengeluarkan biaya lagi dan kami memilih untuk keliling-keliling saja.
Entah mengapa pengunjung disana yang terbanyak adalah turis yang menggunakan cadar. Dan aku menyadari juga sebelum sampai di Taman Bunga Nusantara banyak toko-toko di samping kanan kiri yang menggunakan tulisan arab. Selain itu disana banyak digunakan juga untuk Foto Pre Wedding karena mungkin memang tempatnya yang sangat bangus untuk dijadikan latar belakang serta memberikan kesan yang menarik.
Kami sangat menikmati liburan kami disana karena untuk menghilangkan penat selama kuliah, sampai sini rasanya adem dan jernih sekali pikiran ini. Tapi disamping itu kami memikirkan bagaimana kami nanti pulang ke rumah. Sudah jelas sampai malam karena untuk sampai sini saja membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi untuk ke stasiun Bogor dan tujuan rumah kami masing-masing.
Aku sendiri tidak memiliki saudara satupun yang tinggal di dekat daerah sini. Tetapi kedua temanku punya dan merekapun sudah menghubungi saudara mereka yang dapat kami singgahi untuk semalam. Kalau dipikir tidak enak kalau kami menumpang dirumah orang hanya karena kami tidak berani untuk pulang.
Jika dilihat di peta sebenarnya banyak terdapat saung tapi setelah kami kunjungi saung tersebut sepi dan tidak berpenghuni.
Akhirnya kami disarankan oleh satpam saung tersebut untuk menginap di villa daerah cipanas dan harganya pun sangat terjangkau, hanya 70rb/malam dan dibagi tiga karena kami bertiga sekamar.
Sebenarnya kami tidak ada rencana untuk menginap tapi keadaan yang membuat kami tidak mungkin untuk pulang.
Kami mendapat kamar yang pemandangannya langsung menghadap gunung dan sangat dingin sekali. Karena terlalu dingin kami tidak mandi sore dan mandi pagi, selain itu karena tidak ada persiapan untuk menginap kami juga tidak membawa pakaian ganti dan alat mandi.
Terpaksa kami harus keluar malam-malam untuk mencari makan dan disana banyak sekali yang menjual seblak khas Bandung. Makan malam kami sangat murah hanya 8rb rupiah saja.
Dikamar, kami hanya mengobrol sebentar lalu istirahat karena keesokan paginya kami harus segera pulang. Kami keluar dari villa tersebut sekitar jam 7 kurang. Dan entah mengapa perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat dari perjalanan pergi.
Sampai bertemu di liburan kami selanjutnya.
Perkenalkan, namaku Wahyuni. Ini kejadian yang ku alami untuk pertama kalinya. Aku memiliki teman yang biasa bersamaku di kampus yaitu oca dan triyas. Kami bertiga sama-sama mahasiswi rantau yang kuliah di Jakarta, ya tidak terlalu rantau sih. Aku dari Tangerang, Oca dari Bekasi, dan Triyas dari Karawang. Pertemanan kami dimulai saat berada dalam asrama dan akhirnya sering berangkat dan pulang kuliah bersama.
Kembali ke judul, awalnya memang kami ada rencana untuk mengunjungi monas dan kotu serta menaiki bus tingkat saat akhir pekan. Setelah pulang kuliah hari jum'at kami menginap di rumah Triyas, lalu keesokan harinya kami ke monas, kotu, lalu menaiki bus tingkat untuk keliling Jakarta yang berada dekat Stasiun Kota. Kami ingin naik bus tingkat karena ingin mencoba duduk di bagian atasnya, disamping itu lumayan keliling kota Jakarta secara gratis. Mahasiswa selalu nyari kesempatan dimanapun mereka berada.
Tapi siapa sangka rencana yang sudah ditetapkan dan tinggal menunggu saatnya tiba terpaksa dibatalkan karena kegiatan mendadak dan seperti biasa, tugas-tugas yang tidak bisa kami tinggal.
Berbeda dengan hari ini, kami pergi ke tempat yang tak kami sangka akan sejauh itu. Liburan ini tidak direncanakan sebelumnya. Direncanakan tapi tidak berencana akan menginap semalam disana. Kami memilih tempat wisata Taman Bunga Nusantara dan pada weekdays agar tidak padat saat perjalanan maupun ramai sampai sana.
Taman Bunga Nusantara berada di Cianjur, jauh setelah Puncak. Untuk sampai sana kami harus ke Bogor terlebih dahulu dan kami menggunakan kereta untuk sampai ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan angkutan umum. Perjalanan dari stasiun Bogor untuk sampai sana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Bogor kita menuju ke terminal Barangansiang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian naik kendaraan seperti mobil dan dengan ongkos yang cukup mahal yaitu 25rb rupiah.
Perjalanan masih sangat panjang untuk sampai tujuan, tapi pemandangan yang indah yaitu gunung dan tanaman hijau yang terhampar luas serta hawa dingin setiap jalan yang kami lalui tidak membuat kami merasa menunggu untuk sampai sana.
Kami turun di Cipanas lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cianjur, lalu turun tepat di depan Taman Bunga Nusantara.
Sampailah kami di tempat tujuan. Untuk tiket masuk memerluakan biaya 40rb/orang. Sampai sana sudah jam 2 siang, jadi terlebih dahulu kami melaksanakan kewajiban yaitu solat Zuhur. Setelah itu kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, kami membeli pop mi karena menurut kami yang paling murah diantara semua makanan yang dijual.
Taman Bunga ini tutup pada weekday hanya sampai jam 4 sore, dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling.
Pertama-tama kami disambut dengan bunga warna-warni pada sebelah kiri dan terdapat tumbuhan berbentuk jerapah (menurutku) lalu terdapat air sungai yang sangat jernih pada sebelah kanan dengan bunga-bunga di pinggirannya.
Yang unik disana adalah lokasi tempat bunganya sesuai dengan nama negara bunga tersebut berasal. Namun bunganya tidak selalu ada. Seperti saat kami mengunjungi taman Jepang, kami berpikir akan ada Sakura disana tapi ternyata tidak ada.
Sebenarnya disana terdapat banyak wahana, seperti rumah kaca, balap motor, labirin, kolam renang, dll, tapi tak satupun kami kunjungi karena untuk masuk sana harus mengeluarkan biaya lagi dan kami memilih untuk keliling-keliling saja.
Entah mengapa pengunjung disana yang terbanyak adalah turis yang menggunakan cadar. Dan aku menyadari juga sebelum sampai di Taman Bunga Nusantara banyak toko-toko di samping kanan kiri yang menggunakan tulisan arab. Selain itu disana banyak digunakan juga untuk Foto Pre Wedding karena mungkin memang tempatnya yang sangat bangus untuk dijadikan latar belakang serta memberikan kesan yang menarik.
Kami sangat menikmati liburan kami disana karena untuk menghilangkan penat selama kuliah, sampai sini rasanya adem dan jernih sekali pikiran ini. Tapi disamping itu kami memikirkan bagaimana kami nanti pulang ke rumah. Sudah jelas sampai malam karena untuk sampai sini saja membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi untuk ke stasiun Bogor dan tujuan rumah kami masing-masing.
Aku sendiri tidak memiliki saudara satupun yang tinggal di dekat daerah sini. Tetapi kedua temanku punya dan merekapun sudah menghubungi saudara mereka yang dapat kami singgahi untuk semalam. Kalau dipikir tidak enak kalau kami menumpang dirumah orang hanya karena kami tidak berani untuk pulang.
Jika dilihat di peta sebenarnya banyak terdapat saung tapi setelah kami kunjungi saung tersebut sepi dan tidak berpenghuni.
Akhirnya kami disarankan oleh satpam saung tersebut untuk menginap di villa daerah cipanas dan harganya pun sangat terjangkau, hanya 70rb/malam dan dibagi tiga karena kami bertiga sekamar.
Sebenarnya kami tidak ada rencana untuk menginap tapi keadaan yang membuat kami tidak mungkin untuk pulang.
Kami mendapat kamar yang pemandangannya langsung menghadap gunung dan sangat dingin sekali. Karena terlalu dingin kami tidak mandi sore dan mandi pagi, selain itu karena tidak ada persiapan untuk menginap kami juga tidak membawa pakaian ganti dan alat mandi.
Terpaksa kami harus keluar malam-malam untuk mencari makan dan disana banyak sekali yang menjual seblak khas Bandung. Makan malam kami sangat murah hanya 8rb rupiah saja.
Dikamar, kami hanya mengobrol sebentar lalu istirahat karena keesokan paginya kami harus segera pulang. Kami keluar dari villa tersebut sekitar jam 7 kurang. Dan entah mengapa perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat dari perjalanan pergi.
Sampai bertemu di liburan kami selanjutnya.
Saturday, 10 September 2016
Patah Hati Terhebat
2 September 2015
Ya, tepatnya setahun yang lalu
aku berkenalan dengan seseorang secara terpaksa melalui chat Line.
Hari itu adalah hari pertamaku melaksanakan PPSM Jurusan atau yang biasa
disebut OSPEK di Universitas. Pada hari itu kami calon mahasiswa baru
mendapatkan tugas untuk mencari nama kakak tingkat atau dosen beserta
biodatanya dan maksimal 3 orang untuk nama yang sama. Seseorang yang akan ku
ceritakan itu menjadi orang yang bertanggung jawab atas tugas kami.
Malam hari, Percakapan itu aku
yang memulainya, aku harus memberanikan diri untuk bertanya apakah nama kakak
tingkat yang kutulis sudah ada yang punya atau belum. Namun dia tak membalas
pesanku pada malam itu juga. Aku sempat kesal karena sudah kesulitan mencari
nama tapi tak ada balasan darinya. Untung saja saat pagi ia membalas tak ada
yang sama denganku.
7 September 2015
Hari
pertamaku menjadi mahasiswa. Aku sekelompok berdiskusi tentang kasus lingkungan
dengannya dan dia yang memulai berbicara diantara kami semua. Saat itu aku
masih cuek dengan semua orang dan tidak terlalu memperdulikan.
Aku
tidak terlalu ingat jelas saat pertama aku kenal dengannya. Semenjak masuk
kuliah, ia sering bahkan setiap hari ia mengirim chat kepadaku, awalnya hanya
berbicara mengenai tugas-tugas kuliah yang kebetulan kami sekelompok.
Disela-sela perbincangan sesekali kami juga suka bercanda dan sempat berdebat
mengenai “Istri yang tidak bisa memasak”. Dari perdebatan itu secara perlahan
bisa mengenal pribadi masing-masing.
Entah sejak kapan perasaan itu muncul tapi
rasanya sepi kalau ia tidak mengirim chat kepadaku. Jujur secara
diam-diam aku suka memperhatikannya dan aku juga sadar ia memperhatikanku secara diam-diam.
Awal-awal masuk kuliah ia duduk
di depanku tapi sejak kami sering chat ia pindah disebelahku dan aku
juga tidak tahu mengapa ia pindah. Sebelumnya kami tidak pernah mengobrol
secara langsung walaupun banyak hal yang kami bicarakan melalui chat.
Tapi karena duduk bersebelahan mau tidak mau kami harus berbicara karena tidak
enak jika hanya diam-diam saja. Aku juga sering memukul pundaknya jika ia
tertidur saat pelajaran sedang berlangsung.
Ada hal kecil, kenangan yang
sangat sederhana yang masih aku ingat. Ia sering memainkan jariku saat aku tertidur di kelas, sebenarnya aku menyadari
tapi entah mengapa aku membiarkankannya.
Kami berdua sangat menyukai
binatang terutama kucing dan anjing. Di sela-sela perkuliahan berlagsung kami
sering melihat Instagram dari hpku atau miliknya. Kami juga menceritakan
tentang peliharaan kami di rumah.
Pertengkaran pertama kami terjadi
saat aku mengirimkan gambar cewek dan cowok berpelukan di dalam kereta. Namun
tanggapannya membuatku kesal dan marah padanya, mungkin karena cemburu. Ia
justru menceritakan, pada saat SMA ia hampir berpelukan dengan mantannya. Aku
tidak membalas chatnya lagi dan dia juga tidak menanyakan apa yang
terjadi denganku. Seminggu berlalu dan ia kembali mengirim chat kepadaku
dan aku juga sudah melupakan hal itu dan aku sadar itu hanya masa lalunya yang
tak perlu aku permasalahkan.
Desember 2015
Liburan
semester ganjil tiba. Dua minggu terasa begitu lama karena aku tidak bisa
melihatnya. Aku masih ingat saat itu ia mulai menebak-nebak perasaanku padanya
dan membicarakan tentang kita. Tapi aku tidak mengatakan kalau aku menyayanginya.
Menurutku ia sosok yang berbeda, ia dapat memahami kode-kode perempuan walau
hanya lewat tulisan. Jujur aku merasa nyaman saat ia ada didekatku, merasa
gelisah jika tidak melihatnya dan ia sudah mengetahui itu. Saat itu juga
pertama kalinya ia berjanji untuk menjagaku dan merahasiakan apa yang sedang
kita rasakan. Kita masing-masing sudah malas sama yang namanya “Pacaran”.
Liburan
telah usai, jantungku berdegup kencang saat masuk kuliah kembali, ia datang dan
duduk disebelahku lagi. Perasaan malu bercampur aduk dengan senang, karena ia
sudah tahu kalau aku nyaman berada didekatnya.
Semua
berjalan begitu manis, diantara kami memang tidak ada status yang jelas tapi
bisa selalu berada didekatnya saja aku sudah merasa senang.
Ia suka
bercerita, menceritakan keluarganya, hal-hal yang menyenangkan, bahkan juga
menceritakan hal yang tidak menyenangkan. Ia pernah mengatakan, kalau aku harus
tahu jika ia sedang gelisah dan kesal terhadap orang-orang disekitarnya. Aku
senang, karena ia menjadikanku tempat untuk mencurahkan hatinya dan ia juga
mengatakan kalau aku membuatnya tenang.
Semakin
lama perbincangan kami yang hanya lewat chat menjadi semakin serius,
kami mengobrol hal masa depan yang begitu dewasa. Ia selalu berpesan untuk
tidak menyesal karena telah mengenalnya dan pertanyaan yang sering ia lontarkan
adalah “kalo gue jadi suami lu mau ga?”. Aku tidak pernah
mempermasalahkan apapun sifatnya dan aku juga biasa saja menanggapinya.
Juli 2016
Waktu
obrolanku bersamanya semakin hari menjadi semakin malam, bisa sampai pagi. Ia
selalu memintaku untuk menemaninya begadang dan satu kalimat yang aku ingat
darinya adalah “berharap ditemenin sepanjang malam”. Begitu banyak
kalimat-kalimat yang ia kirimkan lewat chat seolah-olah ia selalu ingin
aku berada disampingnya bahkan sampai seterusnya.
Suatu
malam obrolan menjadi serius saat ia bertanya “Kalo udah berkomitmen
boleh ngomong sayang ke orang lain gak?”. Aku ingat ia juga
pernah bertanya itu sebelumnya sekitar 3
minggu yang lalu, yang aku jawab dengan kalimat candaan “Kalo
belum punya suami mah gapapa hahahaha” dan ia balas dengan
kalimat “jawaban yang bagus untuk anak polos seperti kau”. Tapi berbeda dengan
malam itu, aku hanya mengiyakan dan berkata terserah. Pikiran negatifku berkata
kalau ia sudah menyayangi orang lain dan itu bukan aku.
Balasannya
membuatku tercengang dan menangis “Gue sayang eluu”. Dan ia juga
berjanji lagi untuk menjagaku dan menghormati perasaanku. Aku menangis karena
ia sudah memiliki komitmen dengan orang lain, tapi ia sayang padaku dan aku
seperti menjadi orang ketiga yang bisa merusak hubungan mereka. Entah
berkomitmen seperti apa yang ia jalani, ia tak pernah menjelaskannya kepadaku
dan aku juga tidak berhak untuk bertanya karena aku tahu aku bukan siapa-siapa.
Aku hanya seorang yang selalu dijanjikan untuk dijaga.
Entah
perasaanku ini salah atau tidak, aku bingung. Aku belum pernah merasakan
seperti ini, aku jatuh cinta pada orang yang salah, tapi disisi lain aku yakin
dengan perasaanku.
Agustus 2016
Baru
sebentar saja aku merasa sangat disayangi olehnya, ia sudah membuatku sakit
hati. Aku tahu sakit ini akan timbul kapan saja dan aku sadar kalau ia bukan
seutuhnya untukku. Ia berjanji untuk selalu menjagaku dan menghormati
perasaanku. Tapi apa yang ia lakukan sudah mengingkari janjinya. Bagaimana
tidak, aku tidak sengaja melihat cover profile picturenya adalah seorang
cewek dan status inisial nama cewek. Dan tanpa sengaja juga aku melihat ia
meng-Upload foto cewek di Instagram dengan caption sebuah
panggilan sayang dan ia juga memanggilku itu dari sebelum ia mengungkapkan
perasaannya kepadaku.
Jauh
sebelum ia mengatakan sayang padaku, dan ia belum mengetahui perasaanku ia
pernah meng-Upload foto cewek yang sama. Tak perlu menjelaskan siapa
orang yang berkomitmen dengannya aku sudah tahu dengan sendirinya dan aku yakin
cewek itu.
Hari-hariku
berubah menjadi isak tangis yang mendalam, aku juga tidak membalas chatnya
lagi, aku capek untuk terus berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa denganku.
Terkadang ia beri harapan, seakan aku miliknya tapi kadang terasa jauh dan ia
juga sering mengatakan kalau aku lebih pantas untuk orang di masa depanku
nanti. Padahal aku menginginkannya untuk terus bersamaku, entah mengapa aku
begitu yakin. Aku sudah percaya dengannya tapi ia juga yang membuatku ragu. Aku
tidak pernah menyesal dengan ini. Aku selalu ingat janji kita, harapan-harapan
kita. Aku hanya tidak tahu harus menunggu atau meninggalkan. Ini patah hati
terhebatku, lebih sakit dari yang pernah aku rasakan, ditinggal tanpa alasan
dan diduakan.
September 2016
Tepatnya
pada tanggal 6, malam hari ia kembali menyapaku. Aku balas keesokan harinya.
Katanya sudah lama tidak mengobrol denganku. Aku merasakan sosoknya kembali
yang selalu menghiburku walau ada sedikit canggung.
Entah
akan berakhir seperti apa, yang jelas aku tidak menginginkan hal ini terjadi
padaku lagi. Aku berusaha untuk tidak berharap, karena percuma saja akan
menjadi sia-sia. Terimakasih untuk selalu membuatku nyaman, untuk harapan-harapan
yang begitu indah di masa depan. Kamu patah hati terhebatku.
Satu
pesanku, jangan pernah kamu sia-siakan orang yang selalu ada untukmu dan sudah
memberikan segalanya untukmu.
Saturday, 20 August 2016
Ojek Aplikasi vs. Ojek Pangkalan
Fenomena Go-Jek Mulai Membuat Kesal Ojek Pangkalan
Sebagai tanggapan dari maraknya kasus resistensi ojek pangkalan terhadap Go-Jek, YouGov melakukan jajak pendapat terhadap 4,785 panelis Indonesia (52% pria dan 48% wanita) di seluruh negeri mengenai pendapat mereka terhadap kasus tersebut di atas.
Hasilnya, secara umum 82% responden menyatakan setuju atas keberadaan Go-Jek dibandingkan dengan ojek pangkalan. Pada empat area di mana terdapat layanan Go-Jek (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar), respon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan area di mana Go-Jek belum tersedia. Tidak ada perbedaan respon yang signifikan terlihat pada kelompok demografi yang berbeda.
Menariknya, pada kota yang belum memiliki layanan Go-Jek, 68% responden berharap Go-Jek dapat segera tersedia di kota mereka. Sementara itu 32% responden lainnya tidak peduli terhadap keberadaan Go-Jek.
Lima alasan utama dari responden yangmendukung keberadaan Go-Jek adalah:
- Bisa menjemput pada tempat yang sudah ditentukan, saya tidak perlu keluar mencari ojek (74%)
- Harga pas/tidak perlu menawar (70%)
- Pengendara, kendaraan, dan helm yang digunakan memiliki standar tertentu yang membuat saya merasa aman berkendara (57%)
- Tersedia di sekitar tempat saya (45%)
- Layanan sudah termasuk masker dan pelindung kepala (lebih higienis) (44%).
Sedangkan lima alasan utama responden yang lebih memilih mendukung ojek pangkalan antara lain adalah:
- Harga dapat ditawar (41%)
- Melestarikan bisnis komunitas lokal agar tidak dimonopoli perusahaan (39%)
- Tidak perlu menunggu pengendara Go-Jek, bisa langsung mencari ojek pangkalan di luar (39%)
- Lebih fleksibel dalam perubahan tempat tujuan, waktu penjemputan, dan lain-lain (36%)
- Merasa kasihan terhadap ojek pangkalan yang merasa lahan kerja mereka berkurang karena Go-Jek (35%).
Subscribe to:
Posts (Atom)
Gulai Siput
Gulai Siput merupakan salah satu makanan khas yang ada di Kepulauan Riau. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan bahan utama siput a...
-
Ikan Dole yang berasal Sulwesi Tenggara jadi salah sesuatu yang khas. Makanan yang berasal Buton ini dibuat dengan ikan tenggiri yang dibalu...
-
Klarifikasi ust Fathudin Ja'far : BOM MADINAH, FITNAH APA LAGI YG DIARAHKAN KEPADA UMAT ISLAM? Berita bom yg terjadi di Madinah tadi...


