Saturday, 10 September 2016

Patah Hati Terhebat



2 September 2015
Ya, tepatnya setahun yang lalu aku berkenalan dengan seseorang secara terpaksa melalui chat Line. Hari itu adalah hari pertamaku melaksanakan PPSM Jurusan atau yang biasa disebut OSPEK di Universitas. Pada hari itu kami calon mahasiswa baru mendapatkan tugas untuk mencari nama kakak tingkat atau dosen beserta biodatanya dan maksimal 3 orang untuk nama yang sama. Seseorang yang akan ku ceritakan itu menjadi orang yang bertanggung jawab atas tugas kami.
Malam hari, Percakapan itu aku yang memulainya, aku harus memberanikan diri untuk bertanya apakah nama kakak tingkat yang kutulis sudah ada yang punya atau belum. Namun dia tak membalas pesanku pada malam itu juga. Aku sempat kesal karena sudah kesulitan mencari nama tapi tak ada balasan darinya. Untung saja saat pagi ia membalas tak ada yang sama denganku.

7 September 2015
            Hari pertamaku menjadi mahasiswa. Aku sekelompok berdiskusi tentang kasus lingkungan dengannya dan dia yang memulai berbicara diantara kami semua. Saat itu aku masih cuek dengan semua orang dan tidak terlalu memperdulikan.
            Aku tidak terlalu ingat jelas saat pertama aku kenal dengannya. Semenjak masuk kuliah, ia sering bahkan setiap hari ia mengirim chat kepadaku, awalnya hanya berbicara mengenai tugas-tugas kuliah yang kebetulan kami sekelompok. Disela-sela perbincangan sesekali kami juga suka bercanda dan sempat berdebat mengenai “Istri yang tidak bisa memasak”. Dari perdebatan itu secara perlahan bisa mengenal pribadi masing-masing.
 Entah sejak kapan perasaan itu muncul tapi rasanya sepi kalau ia tidak mengirim chat kepadaku. Jujur secara diam-diam aku suka memperhatikannya dan aku juga sadar ia  memperhatikanku secara diam-diam.
Awal-awal masuk kuliah ia duduk di depanku tapi sejak kami sering chat ia pindah disebelahku dan aku juga tidak tahu mengapa ia pindah. Sebelumnya kami tidak pernah mengobrol secara langsung walaupun banyak hal yang kami bicarakan melalui chat. Tapi karena duduk bersebelahan mau tidak mau kami harus berbicara karena tidak enak jika hanya diam-diam saja. Aku juga sering memukul pundaknya jika ia tertidur saat pelajaran sedang berlangsung.
Ada hal kecil, kenangan yang sangat sederhana yang masih aku ingat. Ia sering memainkan jariku  saat aku tertidur di kelas, sebenarnya aku menyadari tapi entah mengapa aku membiarkankannya.
Kami berdua sangat menyukai binatang terutama kucing dan anjing. Di sela-sela perkuliahan berlagsung kami sering melihat Instagram dari hpku atau miliknya. Kami juga menceritakan tentang peliharaan kami di rumah.
Pertengkaran pertama kami terjadi saat aku mengirimkan gambar cewek dan cowok berpelukan di dalam kereta. Namun tanggapannya membuatku kesal dan marah padanya, mungkin karena cemburu. Ia justru menceritakan, pada saat SMA ia hampir berpelukan dengan mantannya. Aku tidak membalas chatnya lagi dan dia juga tidak menanyakan apa yang terjadi denganku. Seminggu berlalu dan ia kembali mengirim chat kepadaku dan aku juga sudah melupakan hal itu dan aku sadar itu hanya masa lalunya yang tak perlu aku permasalahkan.

Desember 2015
            Liburan semester ganjil tiba. Dua minggu terasa begitu lama karena aku tidak bisa melihatnya. Aku masih ingat saat itu ia mulai menebak-nebak perasaanku padanya dan membicarakan tentang kita. Tapi aku tidak mengatakan kalau aku menyayanginya. Menurutku ia sosok yang berbeda, ia dapat memahami kode-kode perempuan walau hanya lewat tulisan. Jujur aku merasa nyaman saat ia ada didekatku, merasa gelisah jika tidak melihatnya dan ia sudah mengetahui itu. Saat itu juga pertama kalinya ia berjanji untuk menjagaku dan merahasiakan apa yang sedang kita rasakan. Kita masing-masing sudah malas sama yang namanya “Pacaran”.
            Liburan telah usai, jantungku berdegup kencang saat masuk kuliah kembali, ia datang dan duduk disebelahku lagi. Perasaan malu bercampur aduk dengan senang, karena ia sudah tahu kalau aku nyaman berada didekatnya.
            Semua berjalan begitu manis, diantara kami memang tidak ada status yang jelas tapi bisa selalu berada didekatnya saja aku sudah merasa senang.
            Ia suka bercerita, menceritakan keluarganya, hal-hal yang menyenangkan, bahkan juga menceritakan hal yang tidak menyenangkan. Ia pernah mengatakan, kalau aku harus tahu jika ia sedang gelisah dan kesal terhadap orang-orang disekitarnya. Aku senang, karena ia menjadikanku tempat untuk mencurahkan hatinya dan ia juga mengatakan kalau aku membuatnya tenang.
            Semakin lama perbincangan kami yang hanya lewat chat menjadi semakin serius, kami mengobrol hal masa depan yang begitu dewasa. Ia selalu berpesan untuk tidak menyesal karena telah mengenalnya dan pertanyaan yang sering ia lontarkan adalah “kalo gue jadi suami lu mau ga?”. Aku tidak pernah mempermasalahkan apapun sifatnya dan aku juga biasa saja menanggapinya. 

Juli 2016
            Waktu obrolanku bersamanya semakin hari menjadi semakin malam, bisa sampai pagi. Ia selalu memintaku untuk menemaninya begadang dan satu kalimat yang aku ingat darinya adalah “berharap ditemenin sepanjang malam”. Begitu banyak kalimat-kalimat yang ia kirimkan lewat chat seolah-olah ia selalu ingin aku berada disampingnya bahkan sampai seterusnya.
            Suatu malam obrolan menjadi serius saat ia bertanya “Kalo udah berkomitmen boleh ngomong sayang ke orang lain gak?”. Aku ingat ia juga pernah bertanya itu sebelumnya sekitar 3  minggu yang lalu, yang aku jawab dengan kalimat candaan “Kalo belum punya suami mah gapapa hahahaha” dan ia balas dengan kalimat “jawaban yang bagus untuk anak polos seperti kau”. Tapi berbeda dengan malam itu, aku hanya mengiyakan dan berkata terserah. Pikiran negatifku berkata kalau ia sudah menyayangi orang lain dan itu bukan aku.
            Balasannya membuatku tercengang dan menangis “Gue sayang eluu”. Dan ia juga berjanji lagi untuk menjagaku dan menghormati perasaanku. Aku menangis karena ia sudah memiliki komitmen dengan orang lain, tapi ia sayang padaku dan aku seperti menjadi orang ketiga yang bisa merusak hubungan mereka. Entah berkomitmen seperti apa yang ia jalani, ia tak pernah menjelaskannya kepadaku dan aku juga tidak berhak untuk bertanya karena aku tahu aku bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang yang selalu dijanjikan untuk dijaga.
            Entah perasaanku ini salah atau tidak, aku bingung. Aku belum pernah merasakan seperti ini, aku jatuh cinta pada orang yang salah, tapi disisi lain aku yakin dengan perasaanku. 

Agustus 2016
            Baru sebentar saja aku merasa sangat disayangi olehnya, ia sudah membuatku sakit hati. Aku tahu sakit ini akan timbul kapan saja dan aku sadar kalau ia bukan seutuhnya untukku. Ia berjanji untuk selalu menjagaku dan menghormati perasaanku. Tapi apa yang ia lakukan sudah mengingkari janjinya. Bagaimana tidak, aku tidak sengaja melihat cover profile picturenya adalah seorang cewek dan status inisial nama cewek. Dan tanpa sengaja juga aku melihat ia meng-Upload foto cewek di Instagram dengan caption sebuah panggilan sayang dan ia juga memanggilku itu dari sebelum ia mengungkapkan perasaannya kepadaku.
            Jauh sebelum ia mengatakan sayang padaku, dan ia belum mengetahui perasaanku ia pernah meng-Upload foto cewek yang sama. Tak perlu menjelaskan siapa orang yang berkomitmen dengannya aku sudah tahu dengan sendirinya dan aku yakin cewek itu.
            Hari-hariku berubah menjadi isak tangis yang mendalam, aku juga tidak membalas chatnya lagi, aku capek untuk terus berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa denganku. Terkadang ia beri harapan, seakan aku miliknya tapi kadang terasa jauh dan ia juga sering mengatakan kalau aku lebih pantas untuk orang di masa depanku nanti. Padahal aku menginginkannya untuk terus bersamaku, entah mengapa aku begitu yakin. Aku sudah percaya dengannya tapi ia juga yang membuatku ragu. Aku tidak pernah menyesal dengan ini. Aku selalu ingat janji kita, harapan-harapan kita. Aku hanya tidak tahu harus menunggu atau meninggalkan. Ini patah hati terhebatku, lebih sakit dari yang pernah aku rasakan, ditinggal tanpa alasan dan diduakan. 

September 2016
            Tepatnya pada tanggal 6, malam hari ia kembali menyapaku. Aku balas keesokan harinya. Katanya sudah lama tidak mengobrol denganku. Aku merasakan sosoknya kembali yang selalu menghiburku walau ada sedikit canggung.
            Entah akan berakhir seperti apa, yang jelas aku tidak menginginkan hal ini terjadi padaku lagi. Aku berusaha untuk tidak berharap, karena percuma saja akan menjadi sia-sia. Terimakasih untuk selalu membuatku nyaman, untuk harapan-harapan yang begitu indah di masa depan. Kamu patah hati terhebatku.
            Satu pesanku, jangan pernah kamu sia-siakan orang yang selalu ada untukmu dan sudah memberikan segalanya untukmu.

Saturday, 20 August 2016

Ojek Aplikasi vs. Ojek Pangkalan

Fenomena Go-Jek Mulai Membuat Kesal Ojek Pangkalan

Sebagai tanggapan dari maraknya kasus resistensi ojek pangkalan terhadap Go-Jek, YouGov melakukan jajak pendapat terhadap 4,785 panelis Indonesia (52% pria dan 48% wanita) di seluruh negeri mengenai pendapat mereka terhadap kasus tersebut di atas.
Hasilnya, secara umum 82% responden menyatakan setuju atas keberadaan Go-Jek dibandingkan dengan ojek pangkalan. Pada empat area di mana terdapat layanan Go-Jek (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar), respon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan area di mana Go-Jek belum tersedia. Tidak ada perbedaan respon yang signifikan terlihat pada kelompok demografi yang berbeda.
Menariknya, pada kota yang belum memiliki layanan Go-Jek, 68% responden berharap Go-Jek dapat segera tersedia di kota mereka. Sementara itu 32% responden lainnya tidak peduli terhadap keberadaan Go-Jek.
Lima alasan utama dari responden yangmendukung keberadaan Go-Jek adalah:
  1. Bisa menjemput pada tempat yang sudah ditentukan, saya tidak perlu keluar mencari ojek (74%)
  2. Harga pas/tidak perlu menawar (70%)
  3. Pengendara, kendaraan, dan helm yang digunakan memiliki standar tertentu yang membuat saya merasa aman berkendara (57%)
  4. Tersedia di sekitar tempat saya (45%)
  5. Layanan sudah termasuk masker dan pelindung kepala (lebih higienis) (44%).
Sedangkan lima alasan utama responden yang lebih memilih mendukung ojek pangkalan antara lain adalah:
  1. Harga dapat ditawar (41%)
  2. Melestarikan bisnis komunitas lokal agar tidak dimonopoli perusahaan (39%)
  3. Tidak perlu menunggu pengendara Go-Jek, bisa langsung mencari ojek pangkalan di luar (39%)
  4. Lebih fleksibel dalam perubahan tempat tujuan, waktu penjemputan, dan lain-lain (36%)
  5. Merasa kasihan terhadap ojek pangkalan yang merasa lahan kerja mereka berkurang karena Go-Jek (35%).

Thursday, 18 August 2016

Kasus Kesehatan Lingkungan


BOGOR - Puluhan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terserang penyakit Hepatitis A dalam dua bulan terakhir. Kasus ini membuat IPB menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof Yonny Koesmaryono, menjelaskan, beberapa bulan ini merupakan masa tersibuk bagi mahasiswanya. Sebagian dari mereka ada yang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir semester (UAS) dan mempersiapkan kelulusan. Kesibukan menyelesaikan tugas kampus, kata Yonny, membuat mahasiswa kurang memperhatikan kesehatan mulai dari istirahat yang cukup, maupun mengatur pola makan yang baik dan sehat.
"Ditambah dengan kondisi cuaca yang sudah musim hujan, kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi pemicu mereka terserang Hepatitis A," tuturnya, Selasa (15/12/2015).
Yonny mengatakan, upaya cepat tanggap mencegah penularan Hepatitis A di kalangan mahasiswa telah dilakukan di antaranya pengobatan massal kepada seluruh civitas IPB, sosialisasi dan penyuluhan tentang gizi seimbang, dan cara menyediakan makanan yang higienis yang ditujukan kepada pengelola kantin atau warung makan yang ada di dalam maupun luar kampus.
"Selain sosialisasi juga dilakukan upaya preventif supaya tidak ada lagi mahasiswa yang terjangkit hepatitis," tandasnya.
Guna menanganinya, IPB membentuk kelompok kerja (pokja) khusus yang terdiri dari berbagai unit terkait serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Guna mencegah penularan penyakit hepatitis A, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit & Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Kusnadi mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
Selain itu, dia mengingatkan kepada mahasiswa untuk selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang matang. Kendati demikian, terkadang makanan sudah bebas kuman, tetapi alat makan tidak bersih.
"Kalau makan bakso itu kan panas. Kuman sudah mati di suhu 85 derajat celcius. Tapi masalahnya mangkuknya suka tidak bersih. Dicucinya hanya dicelupkan dalam ember lalu dilap dengan kain yang sudah kotor," terangnya.
Untuk itulah, ucap Kusnadi, alat makan, seperti sendok, mangkuk, dan piring juga harus higienis karena penularan penyakit hepatitis A bisa melalui oral antarorang. Selain itu, dia juga punya trik tersendiri untuk mengidentifikasi rumah makan bersih atau tidak.

Sedangkan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Didik mengimbuhkan, yang akan dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus hepatitis A di IPB adalah mencanangkan pola hidup bersih dan sehat, kaporisasi pada air sumur, serta memakai disinfektan pada kantin dan asrama.

Para mahasiswa yang belum terjangkit langsung mengantisipasi penularan penyakit itu. Mereka kini lebih menjaga kebersihan dengan tidak makan sembarangan.

A.    Ruang Lingkup Menurut WHO
Menurut WHO, ruang lingkup Ilmu Kesehatan Lingkungan mencakup hal-hal sbb:
a)         Penyediaan air minum
b)        Pengolahan air buangan dan pengendalian pencemaran air
c)         Pengelolaan sampah padat
d)        Pengendalian vektor
e)         Pengendalian atau pencegahan pencemaran tanah
f)         Hygiene makanan
g)        Pengendalian pencemaran udara
h)        Pengendalian radiasi
i)          Kesehatan kerja
j)          Pengendalian kebisingan
k)        Perumahan dan pemukiman
l)          Perencanaan daerah perkotaan
m)      Aspek kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat
n)        Pencegahan kecelakaan
o)        Rekreasi umum dan pariwisata
p)        Keadaan darurat
q)        Pencegahan resiko lingkungan

Dalam kasus ini termasuk dalam Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan menurut WHO yang mencakup Hygiene Makanan hal ini dikarenakan penyebab Hepatitis A adalah berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh penderita. Dan biasanya penyakit ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis.

B.     Ruang Lingkup Menurut Depkes
Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan  menurut Depkes :
a)    Kelompok upaya sanitasi dasar meliputi penyediaan kebutuhan sanitasi yang mendasar (mutlak) diperlukan manusia untuk kebutuhannya menjadi sehat!
b)   Kelompok upaya penanggulangan pencemaran dan kemerosotan lingkungan fisik dan biologis
c)    Kelompok upaya penanggulangan akibat tekanan pembangunan

Dalam kasus ini termasuk dalam Kelompok Upaya Sanitasi Dasar dikarenakan dalam kasus ini kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi pemicu mereka terserang Hepatitis A.

C.    Akar Masalah
 











D.    Emisi (Sumber Penyakit)
Sumber penyakit dalam kasus ini adalah murni karena masalah kebersihan makanan, minuman yang mengandung virus hepatitis A dan penularan dari sesseorang yang terkena Hepatistis A.
E.     Ambient (Kondisi Eksisting)
Kondisi sebelumnya mahasiswa kurang memperhatikan kesehatan mulai dari istirahat yang cukup, maupun mengatur pola makan yang baik dan sehat.
            Setelah terserang Hepatitis A, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit & Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Kusnadi mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
F.     Hubungan Manusia dan Lingkungan
Faktor cuaca yang lembab dan kondisi lingkungan yang padat ditambah dengan kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis menjadi pemicu mahaiswa terserang Hepatitis A.
G.    Jenis Traditional Hazard/Modern Hazard
Kasus Hepatitis A ini merupakan jenis Traditional Hazard karena berasal dari aktivitas traditional manusia yang mencakup sanitasi yang buruk, air minum berkualitas buruk, kondisi sanitasi di kawasan kos-kosan yang kurang memenuhi standar kebersihan, dan tempat makan yang tidak higienis.
H.    Pandangan Ekologi
“Tempat untuk mengolah makanan yang tidak sesuai dengan prinsip keamanan pangan seperti pengolahan makanan di tempat terbuka dapat menimbulkan pencemaran bakteri patogen(Indrati, 2015)
Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi Hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial tersinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan.
I.       Pandangan Epidemologi
Epidemiologi berarti  terkait dengan wabah penyakit yang bertujuan untuk mengendalikan kejadian penyakit yang menimpa atau timbul di lingkungan social/manusia dan kelompoknya/masyarakat.
Kondisi mahasiswa yang sangat sibuk untuk menghadapi ujian akhir semester (UAS). Sehingga tidak memerhatikan pola makan serta dalam keadaan kurang prima karena kurang istirahat. Sedangkan makanan yang tersedia belum tentu bersih. Ditambah memasuki musim hujan yang menyebabkan sanitasi terhambat menyebabkan mahasiswa mudah terserang penyakit.
J.      Ulasan Teori Holistik
Model Holistik dari HL. Blum menyatakan bahwa status kesehatan manusia (sehat atau sakit) dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yang juga berinteraksi antara satu dengan yang lain. Faktor tersebut berdasarkan besar kecil perannya terhadap status kesehatan manusia terdiri dari :
1.      Lingkungan
2.      Perilaku
3.      Pelayanan Kesehatan
4.      Herediter (keturunan)
Catatan: gambar panah dengan ukuran berbeda menggambarkan urutan besarnya pengaruh ke empat faktortersebut.
Teori HL Blum menyimpulkan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang terbesar yang mempengaruhi status kesehatan manusia. Selanjutnya diikuti faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan herediter (keturunan).
Faktor utama yang berpengaruh dalam kasus ini adalah faktor lingkungan karena kasus ini diduga akibat kondisi lingkungan yang kurang higienis sehingga makanan yang dikonsumsi mahasiswa tidak sehat.
K.    Ulasan Teori Timbangan
Dalam masalah penyakit akan selalu ditemui triangle/ segitiga antara agent-host-environment yang selalu berubah secara dinamis yang mana hubungan antara agent/penyebab penyakit dengan  host/ pejamu dapat menyebabkan wabah bila kondisi yang ditopang lingkungan tidak seimbang tetapi tidak akan terjadi wabah apabila lingkungan yang mendukung kondisi  seimbang. Hubungan antara agent-host-environment dapat digambarkan dengan Neraca model John Gordon.
Timbangan yang sesuai dengan kasus ini adalah dimana host ada dalam jumlah yang besar, sehingga tidak seimbang dan mendukung menyebabkan wabah terjadi. Timbangan tersebut dapat digambarkan dengan :


 










         "Kalau makan bakso itu kan panas. Kuman sudah mati di suhu 85 derajat celcius. Tapi masalahnya mangkuknya suka tidak bersih. Dicucinya hanya dicelupkan dalam ember lalu dilap dengan kain yang sudah kotor," dr Kusnadi.
L.     Ulasan Teori Epidemiologi
            Penyebab penyakit adalah Virus Hepatitis A yang disebarkan oleh tinja/kotoran penderita. Biasanya melalui makanan atau minuman yang tidak matang.
            Gejalanya adalah mual (nausea), muntah-muntah, mencret, kulit kuning (terutama bagian putih dari mata), demam, dan nyeri.
M.   Prinsip Pengawasan/ Pengendalian/ Rekayasa Kesehatan Lingkungan
Pengawasan dalam kesehatan lingkungan dilakukan dengan beberapa upaya yang  dapat digolongkan dalam 5 kegiatan antara lain :
1.      ISOLASI
Adalah pengumpulan berbagai materi/bahan yang bersifat pencemar/pollutant dapat juga bersifat beracun dan berbahaya sehingga dapat dicegah adanya pencemaran, penyakit yang dapat menular dan kecelakaan. Sebagai contoh pembuatan septic tank kotoran manusia dikumpulkan dan diisolasi untuk tidak menimbulkan adanya pencemaran tanah dan air tanah.
2.      SUBSTITUSI
Penggantian bahan /materi yang biasanya  digunakan masyarakat oleh karena bahan yang dipakai mengandung bahan berbahaya dan beracun perlu diganti dengan bahan yang tidak menimbulkan efek berbahaya dan beracun seperti bensin dengan Pb/ timbal diganti molybdenum /bio premium.
3.      SHIELDING
Penggunaan alat pelindung /shield untuk tidak terkena atau terpapar media yang tercemar seperti udara, getaran ataupun sinar cahaya. Hal tersebut dijumpai pada saat orang bekerja sebagai contoh penggunaan alat pelindung diri/APD.
4.      TREATMENT
Penggunaan alat / instalasi untuk tujuan pemisahan , pembebasan dan pemusnahan bahan-bahan yang perlu dibuang dan dihancurkan oleh karena sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi seperti pengurangan BOD/ BOD removal
Yang dilakukan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL atau waste water treatment.
5.      PREVENTION
Pencegahan dengan cara memberikan kekebalan baru seperti immunisasi pada penyakit cacar , campak ,dan  vaksinasi tuberculosis dengan vaksin BCG. Pencegahan yang tersebut diatas berprinsip pada  PEMUTUSAN HUBUNGAN antara sumber penyebab penyakit dengan media lingkungan yang menjadi jalur penularan penyakit.
Upaya yang mencakup dalam kasus ini adalah Prevention. Dr Naufal mengatakan, virus hepatitis A mudah menyebar. Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) itu mengimbau, hal penting yang harus dilakukan adalah pencegahan dengan memerhatikan kebersihan diri dan makanan.
Sementara pihak pengelola asrama juga melakukan kegiatan bersih lorong, kamar, dan toilet guna mencegah bertambahnya mahasiswa yang terjangkit hepatitis.
N.    Intervensi Sesuai Akar Masalah
ü  Kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Untuk dilakukan sosialisasi kebersihan kepada pedagang, baik di dalam maupun di lingkungan lingkar kampus
ü  Pengobatan massal kepada seluruh civitas IPB
ü  Sosialisasi dan penyuluhan tentang gizi seimbang
ü  Mengimbau para mahasiswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan
ü  Rutin melakukan kegiatan pembersihan lingkungan




Tokoh Dunia Paling Dikagumi di Tahun 2016: Putin dan Ratu (Inggris) Naik

Stephen Hawking dan Vladimir Putin mendorong Narendra Modi dan Paus Francis keluar dari daftar 10 daftar tokoh pria yang dikagumi - sementara Ratu Elizabeth II mangambil posisi Malala Yousafzai sebagai tokoh wanita kedua yang dikagumi dunia setelah Angelina Jolie


Tiga kali kita bertanya dan tiga kali kita mendapatkan jawaban: Bill Gates adalah tokoh pria paling dikagumi di dunia, sejak 2015, ketika kita pertama kali untuk mencoba melakukan riset siapa tokoh pria dan tokoh wanita secara terpisah, Angelina Jolie juga keluar pada posisi paling atas sebanyak 2 kali. Jadi dikali ketiga penerapan studi besar besaran daya tarik personalitas secara internasional, bisa dikatakan publik global menghargai humanitarisme dibandingkan dengan politik.

Cerita tahun ini berada pada urutan dibawah. Terima kasih atas kenaikan dari peringkat ke 9 ke peringkat 4 (diluar selebriti lokal) di Cina, dimana pupulasi Cina berkontribusi sepertiga dari 30 negara yang di survey, Presiden Russia Vladimir Putin adalah tokoh yang peringkatnya paling naik sejak 2015, bergerak dari posisi 11 ke 5 secara keseluruhan. Stephen Hawking, didorong oleh film populer "box office"- The Theory of Everything, naik ke peringkat 5 dari peringkat 9 di seluruh dunia dan menjadi tokoh paling dikagumi di Inggris - bahkan termasuk selebriti lokal seperti David Attenborough.


Dengan menghiraukan tokoh lokal, Putin juga memiliki posisi yang tinggi di Mesir, Arab Saudi dan Maroko. Tokoh pria yang paling turun posisinya dibandingkan tahun lalu adalah Perdana Menteri India Narendra Modi, yang memiliki posisi tinggi di 2015 dimana merupakan tahun pertamanya di posisi Perdana Menteri, dan Paus Francis - tokoh yang posisinya bergerak paling banyak turun dari peringkat 6 ke 13. Setelah Janji Reformasi Katolik dimana hal tersebut yang membedakan Paus dengan para pendahulunya, hasilnya menunjukan peredupan terhadap kegembiraan seiring pelembagaannya.

Xi Jingping menduduki posisi yang tinggi karena dukungan yang besar dari populasi Cina yang besar. Akan tetapi Barack Obama memiliki daya tarik yang paling luas. Dalam daftar tokoh global Presiden US menduduki posisi pertama di enam negara dan posisi kedua di delapan negara (Jinping berada dalam sepuluh besar di 2 negara dari 30 negara). Hanya di satu negara, Rusia, dimana Obama tidak berada diposisi sepuluh besar.

Ratu Elizabeth mengalami hal yang sama, menduduki posisi ke 2 secara keseluruhan tapi menduduki posisi 5 besar di 17 negara. Dia juga mendapatkan keuntungan dari daya tariknya di Cina, dibantu oleh Kunjungan kenegaraan Xi jinping ke Inggris, dimana Ratu menyebut hal tersebut sebagain " Momen yang menentukan (bersejarah)" dalam hubungan China-Inggris ke depan.


Hillary Clinton tetap pada posisi ketiga tokoh yang wanita yang paling dikagumi, mendorong daya tarik global dalam hal pencalonan dirinya sebagai presiden yang hampir setara pada saat Obama. Dalam perkembangan yang pesat di India dan Cina, Ia menduduki peringkat pertama (mendahului Malala Youfsafzai) dan peringkat kedua (mendahului Angelina Jolie) diurutan negara tersebut.

Malala Yousafzai sebagai tokoh wanita yang posisinya paling jatuh, akan tetapi hal ini bukan menunjukan berkurangnya daya tarik tapi lebih kepada berkurangnya tokoh ini dalam berita berita. Di Swedia, dia memiliki urutan pertama dan nomer 2 di Inggris, Norwegia, India dan Pakistan

TOKOH DAN METODOLOGI LOKAL

Pada bulan Desember, YouGov mengumpulkan nominasi terbuka dari para panelis di 30 negara, hanya dengan menanyakan: "Dari orang-orang yang masih hidup didunia saat ini, siapakah (Pria atau Wanita) yang paling Anda kagumi?" nominasi ini lalu digunakan untuk mengumpulkan daftar dari 20 pria dan 20 wanita yang memperoleh paling banyak nominasi dan yang dinominasikan setidaknya di 2 negara sebagai tambahan 10 tokoh lokal populer di setiap negara.

Pada Bulan Januari, kita menggunakan daftar untuk mensurvei di 30 negara dengan menanyakan 2 pertanyaan: "Siapa yang benar benar anda kagumi?", dimana responden bisa memberikan beberapa pilihan, dan "Siapa yang PALING anda kagumi?", dimana mereka hanya bisa memilih satu. Kedua hasil ini kemudian digabung menjadi persentase daya tarik, ditunjukkan disebelah kanan nama di grafik pertama dan tabel dibawah, dimana hal ini menunjukkan hasil penuh di tiap negara termasuk selebriti lokal dan figur publik.

Gulai Siput

Gulai Siput merupakan salah satu makanan khas yang ada di Kepulauan Riau. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan bahan utama siput a...